89% UMKM GoFood Mampu Beradaptasi dan Bertahan Saat Pandemi Covid 19

oleh

Searah jarum jam (Kiri atas) Alfianto Domy Aji, Head Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Jatim & Bali Nusra, Michael Reza Say – VP Regional Corporate Affairs Gojek,  Rumayya Batubara – Research Institute of Socio-Economic Development & Lecturer (RISED)Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga dan  Dr. Paksi Walandouw , Wakil Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis (LD FEB) Universitas Indonesia di acara Jumpa pers secara virtual, Senin (5/10/2020)

KILASJATIM.COM, Surabaya –
Super App Gojek dengan berbagai programnya mendukung Usaha Kecil Mikro dan Menengah Surabaya bertahan di tengah pandemi COVID-19 dinilai berhasil.

Dari hasil riset yang dilakukan
Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia dengan tema Peran Ekosistem Digital Gojek di Ekonomi Surabaya Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19 menyatakan, Kontribusi Gojek ke perekonomian Kota Surabaya dengan menggunakan metode nilai tambah mencapai Rp 12,1 Triliun di tahun 2019.Dengan metode perhitungan PDRB, total nilai produksi yang terjadi di ekosistem Gojek selama tahun 2019 di Kota Surabaya mencapai Rp 15,7 triliun atau menggerakkan 2,9% PDRB Kota Surabaya di tahun 2019

“Berada di ekosistem Gojek membuat 89% UMKM GoFood merasa lebih cepat beradaptasi di masa pandemi sehingga bisa terus bertahan,” demikian disampaikan Dr. Paksi Walandouw , Wakil Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis (LD FEB) Universitas Indonesia (UI) dalam Jumpa Pers Virtual bertajuk Ekosistem Digital Gojek Dukung Ketahanan Ekonomi Kota Surabaya Melalui Kontribusi yang Berkelanjutan, Senin (5/10/2020).

Diuraikan Paksi Walandouw adanya riset ini menunjukkan pentingnya peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu UMKM, khususnya usaha mikro, untuk bertahan di masa pandemi. Kondisi pandemi tentu menguji resiliensi (ketahanan), dan kemampuan adaptasi para pelaku usaha di masa krisis. Salah satu adaptasi itu adalah adanya perubahan usaha dari yang sebelumnya tradisional menjadi usaha digital.

“Dari riset ini, tampak pula bahwa para pelaku usaha cukup realistis melihat dampak panjang dari pandemi. Akan tetapi mereka juga tetap optimis bahwa dengan berada dalam suatu ekosistem digital, usaha mereka dapat tetap tumbuh kedepannya, dan penghasilan mereka kembali seperti sebelum pandemi,” jelasnya..

Riset LD menunjukkan bagaimana GoFood menjadi penyangga ekonomi di Kota Surabaya bagi mereka yang penghasilannya terdampak pandemi terutama pekerja swasta dan profesional. Riset menemukan 69% Mitra GoFood yang disurvei baru bergabung saat pandemi COVID-19 (sejak Maret 2020). Di antara mitra tersebut, 95% adalah pengusaha skala mikro. Lebih lanjut lagi, 46% di antara mereka merupakan pengusaha yang pertama kali mulai berbisnis.

Riset LD juga menemukan bahwa mayoritas mitra UMKM menganggap mereka mampu beradaptasi di situasi pandemi karena berada di ekosistem Gojek. UMKM yang merasa mampu beradaptasi selama pandemi dengan menjadi mitra adalah 89% mitra UMKM GoFood, 97% mitra UMKM social seller pengguna GoSend, dan 89% mitra UMKM GoPay.

Hal ini dikarenakan, mitra menganggap solusi teknologi dan non teknologi dari Gojek membantu keberlangsungan usaha mereka. Mitra UMKM GoFood merasakan manfaat dari fitur teknologi pengaturan promosi mandiri via aplikasi GoBiz (71%) dan periode promosi GoFood (72%). Sementara mitra UMKM social sellers pengguna GoSend sangat merasakan manfaat dari fitur Layanan GoSend dalam Kota (82%) dan Layanan GoSend Antar-Kota (37%). Sedangkan, Mitra UMKM GoPay merasakan manfaat dari fitur penerimaan pembayaran non tunai (83%) dan aplikasi GoBiz (60%).

Bahkan, mayoritas mitra UMKM GoFood akan tetap bermitra dengan Gojek untuk jangka panjang (89%), karena mereka merasa dapat bertahan bersama Gojek (89%). Sekitar 88% mitra juga cenderung optimis bersama Gojek usaha mereka akan tetap tumbuh, penghasilan kembali seperti sebelumnya, dan dapat mencukupi kebutuhan diri dan keluarga.Selainitu ada temuan 86% mitra driver di Kota Surabaya mendapatkan bantuan dari Gojek selama masa pandemi Covid-19 dan 82% mitra mengapresiasi bantuan tersebut.

“Semangat gotong royong sangat tercermin di ekosistem Gojek dalam bentuk upaya saling membantu di tengah pandemi. Di mana 40% mitra driver masih memberikan bantuan sosial kepada keluarga, tetangga, dan sesama mitra. Mitra juga optimis penghasilannya akan kembali seperti sebelumnya (69%) dan 78% dari mitra driver optimis bahwa kemitraan mereka dengan Gojek dapat memenuhi kebutuhan diri dan keluarga. 89% dari mitra driver juga akan melanjutkan kemitraan dengan Gojek seterusnya dengan batas waktu tak terhingga,” tandas Paksi.

Pada kesempatan yang sama,
Michael Reza Say VP Regional Corporate Affairs Gojek menyampaikan, lebih dari 90% mitra usaha Gojek merasa sangat terbantu dengan teknologi yang tersedia didalam ekosistem Gojek untuk bertahan di masa pandemi.

“Kami percaya, kemudahan dan keamanan akses dalam proses aktivasi kian mendukung mitra UMKM untuk memulai usaha, beradaptasi dan mampu melebarkan sayap bisnisnya. Di aplikasi GoBiz terbaru, mitra UMKM bisa memanfaatkan fitur Daftar Mandiri untuk melakukan pendaftaran, mengecek status verifikasi, dan aktivasi akun secara mandiri,” jelas Michael seraya menambahkan selain teknologi, Gojek turut memberikan dukungan non-teknologi untuk membantu ketahanan UMKM di masa pandemi.

“Sebagai perusahaan teknologi Gojek juga memberikan dukungan non-teknologi, seperti mendorong peningkatan permintaan dari konsumen melalui periode promo dan pelatihan para UMKM GoFood melalui Komunitas Partner GoFood (KOMPAG),” terang Michael.

Disisi lain Rumayya Batubara – Research Institute of Socio-Economic Development & Lecturer at Department of Economics Universitas Airlangga menyampaikan dalam paparannya ”Opportunity di Era Pandemi” juga menyampaikan peran Gojek bagi klaster UMKM di Kota Surabaya.

“Ekosistem Gojek sangat membantu mobilitas masyarakat tetap dapat terjadi hingga kontraksi pertumbuhan tidak terlalu dalam, dimana ada mobilitas disitu ada perputaran ekonomi.Ekosistem Gojek mampu membantu perluasan jenis produk, mempermudah transaksi secara contactless baik menggunakan aplikasi Gojek maupun membayar dengan menggunakan Gopay, serta memperluas pasar dengan GoSend yang saat ini mampu menjangkau antar kota di pulau Jawa, dan saya sangat mengapresiasi dukungan teknologi yang dimiliki Gojek untuk UMKM di Kota Surabaya” papar Rumayya Batubara

Melengkapi dukungan Gojek kepada UMKM, Gojek melalui inisiatif J3K telah melibatkan semua elemen di ekosistem Gojek (Mitra Driver, Merchant GoFood dan pelanggan) untuk mengedepankan tiga elemen penting yaitu Jaga Kebersihan, Kesehatan dan Keamanan guna mencegah penyebaran COVID-19 selama menghadirkan layanan untuk pelanggan di Kota Surabaya.

Acara jumpa pers secara virtual yang diprakarsai GoJek berjalan gayeng dengan.menghadirkan Nara sumber yang ahli di bidangnya diantaranya
Rumayya Batubara – Research Institute of Socio-Economic Development & Lecturer (RISED)Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Michael Reza Say – VP Regional Corporate Affairs Gojek dengan di moderasi oleh Alfianto Domy Aji, Head Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Jatim & Bali Nusra. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *