SPS Corporate Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT, Pulihkan Akses Air Bersih dan Sediakan Hunian Darurat

oleh -314 Dilihat

KILASJATIM.COM, Manggarai – Pemulihan masyarakat pascagempa bumi di wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dilakukan. Sebulan setelah bencana mengguncang kawasan tersebut, sejumlah warga masih menghadapi kerusakan rumah, keterbatasan fasilitas dasar, hingga ancaman cuaca buruk.

Di tengah kondisi tersebut, SPS Corporate bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memulihkan akses air bersih di Desa Wae Bangka melalui bantuan pompa air berkapasitas tinggi dan sistem penyaringan air.

Bantuan tersebut menjadi sangat berarti bagi warga karena gempa sebelumnya menyebabkan jaringan pipa rusak dan sumber mata air tercemar lumpur. Padahal, Desa Wae Bangka merupakan salah satu pusat mata air yang memasok kebutuhan air bagi sejumlah desa di sekitarnya.

Kepala Desa Wae Bangka, Tarsy Sejati, mengatakan kerusakan jaringan distribusi air sempat membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Desa Wae Bangka ini sejatinya hulu, pusat mata air utama yang mengaliri kehidupan untuk beberapa desa di sekeliling kami. Saat gempa menghantam, jaringan pipa pecah dan sumber air tercemar lumpur. Kami sempat kebingungan harus memenuhi kebutuhan air bersih dari mana. Satu bulan pascabantuan unit pompa air berkekuatan tinggi dan filter masif disalurkan SPS Corporate, aliran air bersih itu kembali hadir,” ujar Tarsy.

Menurutnya, kualitas air yang kembali mengalir bahkan lebih bersih dibandingkan sebelum bencana. Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak lagi dihantui kekhawatiran mengonsumsi air keruh untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Air bersih adalah napas kami, dan napas itu kini telah kembali,” tambahnya.

Pemulihan akses air bersih di Wae Bangka menjadi salah satu bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan SPS Corporate yang berlangsung selama hampir tujuh hari tanpa henti. Melalui tim Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan menyisir berbagai wilayah terdampak gempa di Manggarai Barat, Manggarai Tengah, hingga Manggarai Timur.

Baca Juga :  Menhub Pastikan Komisi Ojol Maksimal 8 Persen Berlaku Mulai 1 Juli 2026

Distribusi bantuan dilakukan dengan menghadapi berbagai tantangan medan. Sejumlah akses jalan utama terputus akibat material longsor, sementara jalur curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah menyulitkan perjalanan menuju lokasi pengungsian.

Meski demikian, tim tetap menjangkau sejumlah wilayah terdampak, meliputi Elar, Lamba Leda, Wae Bangka, Lembor, Lengko Ajang, Ulu Wae, Ruteng, Rende Nao, Colol, Lelak, Wejang Mali, Wanggar Weli, dan Ngkiong Doro.

Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa bahan pangan dan sembako, tetapi juga berbagai kebutuhan untuk mendukung kenyamanan warga selama masa pengungsian. Ratusan selimut, karpet tebal sebagai alas tidur, serta perlengkapan sanitasi turut dibagikan kepada masyarakat.

SPS Corporate juga menyediakan tenda-tenda darurat bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Langkah ini penting mengingat sejumlah bangunan mengalami retakan serius dan berpotensi roboh, terutama saat memasuki musim hujan.

Tenda yang didirikan di halaman rumah warga menjadi tempat berlindung sementara, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia agar terhindar dari terpaan angin malam dan hujan deras.

Salah seorang warga, Maria (43), mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Rumahnya mengalami kerusakan struktur parah sehingga keluarganya tidak lagi merasa aman untuk beristirahat di dalam rumah.

“Setiap malam kami cemas tidur di dalam rumah karena temboknya sudah miring. Apalagi udara malam di atas bukit ini dingin sekali dan hujan mulai sering turun. Bantuan tenda tebal, karpet alas, dan selimut ini sangat berarti bagi kami. Akhirnya anak-anak bisa tidur dengan hangat dan tenang tanpa terus-terusan merasa takut tertimpa tembok,” tutur Maria.

Perwakilan SPS Corporate, Fernando Anggrek, mengatakan kehadiran perusahaan dalam penanganan bencana tidak sekadar menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada masyarakat agar mampu melewati masa pemulihan.

Baca Juga :  MenPANRB Imbau Instansi Beri Fleksibilitas ASN Antar Anak Sekolah

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih, bahan pangan, dan tempat berlindung yang aman menjadi prioritas dalam membantu masyarakat menghadapi situasi pascabencana.

“Pemulihan pascabencana memang membutuhkan proses dan waktu. Namun di masa-masa tersulit ini, fokus utama kami adalah memastikan kebutuhan paling mendasar seperti air bersih, bahan pangan, serta tempat bernaung yang aman dapat segera terpenuhi,” kata Fernando.

Ia menambahkan, keberhasilan memulihkan aliran air bersih di Wae Bangka serta tersedianya tempat istirahat yang lebih aman bagi keluarga terdampak menjadi bagian penting dari upaya kemanusiaan tersebut.

“Melihat air bersih kembali mengalir jernih di Wae Bangka serta menyaksikan keluarga-keluarga dapat beristirahat dengan aman di bawah tenda tanpa rasa cemas di kala hujan turun adalah alasan utama kami berada di sini. SPS Corporate berkomitmen untuk terus berdiri dampingi masyarakat Manggarai hingga denyut kehidupan dan harapan di tanah NTT benar-benar pulih kembali,” pungkasnya.

Melalui rangkaian program bantuan tersebut, SPS Corporate berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak gempa di NTT, baik dari sisi kebutuhan fisik maupun psikologis.

Dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan fasilitas air bersih, serta penyediaan tempat berlindung sementara diharapkan turut mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Manggarai. (ara)