Melalui Digital Psychology Forum 2026, BINUS @Malang Menciptakan Teknologi Yang Humanis

oleh -331 Dilihat
Oleh
Titik Qomariyah

KILASJATIM. COM, Malang – Perkembangan kecerdasan buatan, Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi. Membawa perspektif tersebut ke dalam ruang kolaborasi, BINUS University Psychology Department menyelenggarakan “Digital Psychology Forum” (DP Forum) 2026, di BINUS @Malang, Kamis (29/09/2026).

Mengusung tema “Bridging Human
Behavior & Digital Innovation: Transforming Industry, Education, and Future Workforce”, forum ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, industri, dan institusi pendidikan untuk membahas penerapan Digital Psychology dalam menjawab tantangan di era transformasi
digital. Digital Psychology merupakan perpaduan ilmu psikologi dan ilmu komputer yang berfokus
pada pemanfaatan teknologi digital untuk memahami perilaku manusia serta
mengembangkan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan manusia. Pendekatan ini semakin relevan dalam berbagai sektor, mulai dari menciptakan pengalaman belajar yang inklusif, meningkatkan efektivitas kerja, hingga mengembangkan layanan kesehatan.

Menurut Direktur Kampus BINUS @Malang, Alvin Chandra, penyelenggaraan forum ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjembatani dunia akademik dan industri.

“Digital Psychology Forum 2026 kami hadirkan sebagai ruang dialog antara akademisi, pendidik, dan pelaku industri. Kami percaya bahwa transformasi digital tidak cukup hanya dibangun dengan teknologi yang canggih, tetapi juga harus memahami manusia sebagai penggunanya. Inilah esensi dari human-centric technology yang menjadi fokus Department of Psychology BINUS,” ujar Alvin Chandra.

Ia menambahkan, melalui forum ini BINUS @Malang ingin memastikan bahwa lulusan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja masa depan yang semakin kompleks. Ia ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Karena itu, kolaborasi dengan mitra industri menjadi kunci, mulai dari magang, penelitian bersama, hingga program community development yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga :  Arina Toyota Resmikan Fasilitas Purna Jual 2S di CitraLand, Targetkan Layanan Servis Lebih Cepat di Surabaya Barat

Sementara Psikolog, Head of Psychology Department BINUS University, Esther Widhi Andangsari, menyampaikan integrasi psikologi dan teknologi perlu diarahkan pada penyelesaian persoalan nyata di berbagai lingkungan. Bagaimana menciptakan teknologi lebih ramah pada manusia, bukan sebagi tekanan. Sebab itu teknologi perlu dikreasikan dengan psikologi.

“Digital Psychology menjadi ruang kolaborasi antara ilmu psikologi dan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi manusia di era digital. Penerapannya tidak
hanya berkaitan dengan pengembangan teknologi, tetapi juga bagaimana kita memahami faktor manusia dalam lingkungan kerja, pendidikan, dan layanan kesehatan. Melalui kolaborasi dengan berbagai sektor, kami berharap ilmu yang dikembangkan dapat diterapkan
untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara utama, Pearl Subban dari Monash University, Australia. Mengangkat topik “AI-Powered Personalization: Designing Inclusive Learning for the Future Workforce”. Membahas pemanfaatan AI dalam merancang sistem pembelajaran adaptif berdasarkan profil psikologis siswa. Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keberagaman kognitif (neurodiversity), serta mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja di masa mendatang.

Selain itu hadir pula perwakilan PT PAL Indonesia (Persero), Heru Wibowo dan RS Siloam Hospital Surabaya, Sherly Limantio. Menyampaikan Tentang penerapan teknologi dengan mempertimbangkan faktor manusia, termasuk efektivitas dan keselamatan kerja, kesejahteraan karyawan, serta peningkatan pengalaman pasien dan kesejahteraan tenaga medis.

Psychology Forum 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kedua setelah pertama kali digelar di BINUS @Bandung pada 2025. Melalui forum ini, BINUS @Malang mendorong pertukaran wawasan dan penjajakan kolaborasi antara institusi pendidikan dan mitra industri.

Tidak hanya menghadirkan diskusi, juga dipamerkan enam karya inovasi
mahasiswa Digital Psychology BINUS @Malang melalui, Interactive Student Showcase di area lobby. Karya-karya tersebut meliputi RIASEC Test, membantu eksplorasi minat karier, Anxiety Detector, mengangkat konsep respons kecemasan. Elune sebagai perpustakaan digital dengan fitur suara. Compoundly, sebagai aplikasi pemantau kebiasaan. CALMORA, membantu
skrining kesehatan mental berbasis kuesioner dan chatbot. Dan DINAMIS, aplikasi panduan mindfulness.

Baca Juga :  MS GLOW for Men Awali Tahun 2025 dengan Rangkaian Produk Berteknologi 11x Hyper Boost

Pameran ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan karya yang mengintegrasikan pemahaman psikologi dengan pengembangan teknologi digital. Melalui proses tersebut, mahasiswa dapat mengeksplorasi gagasan akademik
dikembangkan menjadi solusi yang berpotensi untuk mendukung kebutuhan
sehari-hari, mulai literasi, perencanaan karier hingga pengelolaan kebiasaan dan
kesejahteraan mental.

Penggunaan aplikasi yang berkaitan dengan asesmen psikologis maupun kesehatan mental, perlu memperhatikan validitas instrumen, privasi dan batasan fungsi teknologi.

 

Sebagai Kampus Digital Technopreneur, BINUS @Malang terus mendorong pengembangan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, juga menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.

Komitmen kolaborasi tersebut turut diwujudkan melalui Strategic Partnership Meeting yang mempertemukan BINUS University dengan perwakilan industri dan institusi pendidikan.

Pertemuan ini membuka peluang penjajakan kerja sama dalam program internship dan enrichment, riset bersama, serta community development. Keterlibatan kepala sekolah dan guru bimbingan konseling SMA/SMK juga diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai perkembangan Digital Psychology, kompetensi yang dibutuhkan di masa depan, serta peluang kolaborasi edukatif antara sekolah dan perguruan tinggi.

Melalui Digital Psychology Forum 2026, BINUS @Malang berharap integrasi psikologi dan teknologi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang menghasilkan manfaat konkret bagi dunia pendidikan, industri, dan masyarakat. Sejalan dengan perannya sebagai Kampus Digital
Technopreneur, BINUS @Malang terus mendorong terciptanya inovasi yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan manusia dan memberikan dampak berkelanjutan. (TQI)