160 Kendaraan Double Cabin Kepung Kawah Wurung, DCAB-ID Jadikan Bondowoso Panggung Promosi Wisata Nusantara

oleh -367 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Panorama perbukitan hijau Kawah Wurung menjadi saksi kemeriahan peringatan 19 tahun perjalanan Komunitas Double Cabin Indonesia (DCAB-ID). Sebanyak 160 kendaraan double cabin dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di destinasi wisata unggulan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026), membawa semangat persaudaraan sekaligus misi memperkenalkan potensi wisata daerah ke tingkat nasional.

Peserta datang dari berbagai penjuru, mulai Aceh, Lampung, Cirebon, Surabaya, hingga Probolinggo. Mereka tidak sekadar berkemah dan menikmati keindahan alam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempromosikan kekayaan wisata, kuliner, dan budaya Bondowoso kepada masyarakat luas.

Pemilihan Kawah Wurung bukan tanpa alasan. Destinasi yang menawarkan bentang perbukitan eksotis itu sengaja dipilih untuk memperkuat pengenalan Bondowoso sebagai daerah yang memiliki potensi wisata alam luar biasa.

PIC Bondowoso A-19 DCAB-ID sekaligus Owner Raung Ijen Overland, Dendy Ramadhani Pratama, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan destinasi lokal kepada komunitas otomotif dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah, keputusan ini sejalan dengan arahan Bapak Bupati Bondowoso agar seluruh warga Bondowoso dapat menjadi duta wisata bagi daerahnya sendiri. Kami ingin mengenalkan potensi Bondowoso kepada khalayak luas, khususnya menegaskan bahwa Kawah Wurung adalah milik Bondowoso,” ujar Dendy.

Menurutnya, panitia sempat mempertimbangkan sejumlah lokasi alternatif, di antaranya Muntilan di Jawa Tengah, Pronojiwo di Lumajang, hingga Ciwidey di Jawa Barat. Namun, Kawah Wurung akhirnya menjadi pilihan karena kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi promosi pariwisata Bondowoso.

Bukan Sekadar Berkemah, Ekonomi Warga Ikut Bergerak

Semangat kegiatan tidak berhenti pada pertemuan para pencinta kendaraan double cabin. Panitia turut merancang konsep yang mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal.

Peserta diarahkan melintasi jalur utama Bondowoso saat menuju lokasi kegiatan dan berbelanja berbagai kebutuhan perjalanan di wilayah setempat. Dengan demikian, kehadiran rombongan diharapkan turut menggerakkan usaha kuliner, perdagangan, serta sektor pendukung pariwisata.

Produk khas daerah, seperti tape Bondowoso, menjadi salah satu potensi yang diharapkan semakin dikenal peserta dari luar kota. Pelaku usaha lokal juga dilibatkan dalam penyediaan perlengkapan kegiatan berkemah.

Baca Juga :  Seorang Penambang Pasir Tenggelam di Sungai Bengawan Solo

Salah satunya Hunay, produsen tenda campervan yang merupakan produk asli warga Bondowoso.

“Dengan kegiatan ini, kami ingin potensi lokal ikut terangkat. Jadi, bukan hanya destinasi wisatanya yang dikenal, tetapi juga produk dan kreativitas masyarakatnya,” ujar Dendy.

Promosi kekayaan daerah juga dilakukan melalui pertunjukan seni budaya khas Bondowoso dalam malam keakraban. Sajian budaya tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta yang selama ini lebih mengenal Bondowoso melalui panorama alamnya.

“Ternyata Bondowoso punya budaya yang spesial juga, dari tariannya dan lainnya,” jelasnya.

Family Camping Perkuat Persaudaraan Komunitas

Ketua Chapter A-19 DCAB-ID Jawa Timur, Dika Imanda, menjelaskan bahwa kegiatan komunitas kini semakin berkembang dengan mengusung konsep family camping dan campervan.

Konsep tersebut memberikan ruang bagi anggota untuk membawa pasangan dan anak-anak, sehingga aktivitas komunitas tidak hanya menjadi ajang menyalurkan hobi otomotif, tetapi juga mempererat hubungan antarkeluarga.

Menurut Dika, kegiatan DCAB-ID juga mencakup aktivitas sosial melalui DCAB Rescue, selain berbagi informasi seputar kendaraan dan menggelar perjalanan bersama.

“Bapak-bapak yang semula izinnya pergi sendirian. Karena bareng-bareng, pasti dibolehin akhirnya,” katanya sembari berseloroh.

Suasana kekeluargaan itulah yang membuat kegiatan berkemah menjadi salah satu agenda yang dinantikan para anggota. Perjalanan jauh terasa lebih menyenangkan ketika bisa dinikmati bersama keluarga dan sahabat dengan minat yang sama.

Kawah Wurung Jadi Daya Tarik Peserta Lintas Daerah

Ketua Pelaksana A-19 DCAB-ID sekaligus Ketua DCAB Region Surabaya, Syarifudin, mengapresiasi pemilihan Kawah Wurung sebagai lokasi peringatan 19 tahun komunitas tersebut.

Ia menilai panorama alam kawasan itu memiliki daya tarik tersendiri bagi peserta yang datang dari berbagai daerah. Sebelum mencapai lokasi utama, rombongan juga mendapat rekomendasi perjalanan untuk mengunjungi sejumlah destinasi, termasuk pemandian air panas lokal, kawasan geosite Ijen Geopark, dan Teduh Glamping.

“View-nya Kawah Wurung (Kawu, red) bagus banget. Kemarin Pak Presidennya DCAB-ID berkendara ke sini juga,” ungkapnya.

Baca Juga :  EJAV Junior Master Luncurkan Turnamen Golf Bertaraf Profesional untuk Atlet Muda dan Amatir Jatim

Pengalaman perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan komunitas otomotif dapat menjadi sarana untuk mengenalkan lebih banyak destinasi dalam satu rangkaian perjalanan wisata.

Bagi peserta, perjalanan bukan hanya tentang menaklukkan lintasan, melainkan juga menikmati keindahan alam dan mengenal karakter daerah yang disinggahi.

Dari Cirebon hingga Kawah Ijen, Perjalanan Jadi Pengalaman Keluarga

Antusiasme juga terlihat dari Wati, anggota DCAB-ID asal Cirebon yang hadir bersama keluarganya. Bersama sang suami, ia mengelola kanal YouTube Double Gardan Suramadu dan memiliki pengalaman melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan mobil ke sejumlah negara, termasuk Jerman dan Timor Leste.

“Kami memang hobi berkendara jauh,” ucapnya.

Sebelum mengikuti kegiatan di Kawah Wurung, Wati dan keluarganya terlebih dahulu mendaki dan berkemah di kawasan Kawah Ijen. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan mereka menjelajahi keindahan alam Bondowoso.

Ia menuturkan, perjalanan overland membutuhkan persiapan matang, mulai dari kondisi fisik dan mental, ketersediaan logistik, hingga kesiapan kendaraan. Pemahaman terhadap karakter dan situasi lokasi tujuan juga menjadi hal penting sebelum memulai perjalanan.

“Kuncinya harus tahu situasi lokasi tujuan,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan peringatan 19 tahun DCAB-ID di Kawah Wurung diisi dengan berkemah, malam kebersamaan, dan tukar kado antarpeserta. Meski berlangsung pada musim kemarau dengan lintasan yang cukup berdebu, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat peserta menikmati perjalanan dan panorama alam Bondowoso.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bondowoso, Gede Budiawan, bersama Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir.

Peringatan ini menjadi gambaran bagaimana komunitas otomotif dapat mengambil peran lebih luas, bukan hanya membangun solidaritas antaranggotanya, tetapi juga membantu memperkenalkan destinasi wisata, mengangkat produk lokal, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Melalui kehadiran ratusan kendaraan dari berbagai daerah tersebut, Kawah Wurung diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu tujuan wisata unggulan Bondowoso, sekaligus memperkuat posisi daerah berjuluk Kota Tape itu dalam peta perjalanan wisata alam di Jawa Timur.(wan)