KILASJATIM.COM, Surabaya— Di balik klub golf dan lapangan hijau yang kerap dianggap eksklusif, sebuah inisiatif unik tumbuh dari akar komunitas. Bukan dari lembaga besar atau sponsor korporat, melainkan dari tangan-tangan para orang tua atlet muda di Jawa Timur. Lewat bendera EJAV Junior Master, mereka resmi meluncurkan Turnamen Golf Atlet Jatim: Junior Master vs Amatir, sebuah kompetisi yang menggabungkan pembinaan atlet dengan nilai-nilai edukatif dan sportivitas tinggi.
Diselenggarakan secara non-komersial dan nirlaba, turnamen ini menandai era baru dalam pembinaan atlet junior di Indonesia bukan sekadar sebagai ajang kompetisi, tetapi sebagai laboratorium mental bagi calon-calon juara nasional dan internasional. Dengan simulasi tekanan kompetisi profesional, panitia ingin menciptakan atmosfer realistis yang mendorong perkembangan karakter atlet muda.
“Kami bukan hanya membuat turnamen, kami membangun fondasi. Ini adalah wadah belajar untuk para atlet muda, tidak hanya teknik, tapi juga mental, disiplin, dan etika,” ujar Donny Leimena, anggota Komite EJAV Junior Master saat peluncuran turnamen di Bukit Darmo Golf Surabaya, Minggu (10/8).
Uniknya, inisiatif ini tidak digerakkan oleh federasi atau asosiasi resmi, melainkan oleh sekelompok orang tua yang memiliki kesamaan visi, membawa putra-putri mereka melampaui batas daerah, bahkan negara.
Melalui pendekatan kolaboratif lintas klub, pelatih, dan keluarga atlet, EJAV Junior Master bukan hanya menciptakan turnamen, tetapi membentuk ekosistem pembinaan grassroots yang memiliki orientasi jangka panjang mulai dari exposure media sosial, jaringan pelatih nasional, hingga pengembangan psikologi bertanding.
Turnamen ini dibagi dalam empat babak kualifikasi, berlangsung dari Agustus hingga November 2025, di berbagai lapangan di Jawa Timur. Setiap seri hanya mengikutsertakan maksimal 16 peserta dalam format Mix Match Series, terdiri dari atlet junior, amatir (18+), dan pemain klub.
Lima pemain dengan skor terbaik akan melaju ke Grand Final Desember mendatang. Di babak puncak, hanya akan ada satu Champion Junior Master yang akan menerima Green Jacket, trofi bergengsi, dan hadiah barang senilai Rp 200 juta.
Sistem pertandingan menggunakan format stroke play 18 hole, dengan penerapan ketat terhadap etika permainan, waktu bermain, dan sportivitas. Jika terjadi hasil seri, akan digunakan sistem countback dan sudden death playoff.

Lebih dari sekadar hasil akhir, turnamen ini menanamkan nilai-nilai yang sering terabaikan dalam kompetisi usia dini, etika bermain, ketahanan mental, dan integritas pribadi.
“Turnamen ini bukan hanya soal menang, tapi bagaimana para pemain belajar tentang etika, integritas, dan daya juang. Ini adalah bekal penting jika mereka ingin bersaing di level dunia,” tambah Donny.
Dengan landasan kuat yang dibangun dari dedikasi orang tua, EJAV Junior Master berharap turnamen ini bisa menjadi jembatan strategis ke turnamen global seperti PGA dan LPGA Tour.(kar)
