Mufti Anam Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan di Tengah Arus Perubahan Global

oleh -442 Dilihat

KILASJATIM.COM – Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengajak masyarakat memperkuat pengamalan nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal menghadapi perubahan dunia yang berlangsung semakin cepat. Pesan tersebut disampaikan dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, 29 September 2026.

Di hadapan tokoh masyarakat, komunitas, serta sejumlah elemen warga, Mufti menekankan bahwa Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti sebagai pengetahuan tentang kehidupan bernegara.

Menurut dia, keempatnya harus diterjemahkan menjadi perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar, membantu warga yang sedang mengalami kesulitan, hingga berbagi dengan mereka yang membutuhkan merupakan contoh sederhana bagaimana nilai kebangsaan dapat diwujudkan.

“Empat Pilar bukan sekadar materi yang kita ingat atau hafalkan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilainya hadir dalam tindakan sehari-hari,” kata Mufti dalam kegiatan tersebut.

Ia menyebut penguatan Empat Pilar tidak terlepas dari gagasan almarhum Taufiq Kiemas ketika menjabat sebagai Ketua MPR RI. Menurut Mufti, gagasan tersebut menjadi salah satu upaya penting untuk terus meneguhkan fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mantan Ketua HIPMI Jawa Timur itu mengatakan Indonesia memiliki modal sosial dan ideologis yang penting untuk menghadapi berbagai persoalan kontemporer. Ketidakpastian ekonomi dunia, persoalan lingkungan, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi yang begitu pesat menjadi tantangan yang membutuhkan ketahanan nasional sekaligus solidaritas masyarakat.

Mufti menilai nilai-nilai kebangsaan dapat menjadi pegangan agar masyarakat tidak mudah kehilangan arah ketika berhadapan dengan perubahan tersebut.

“Ketika berbagai negara menghadapi tekanan akibat konflik maupun persoalan ekonomi, Indonesia memiliki kekuatan yang berasal dari fondasi kebangsaan dan semangat persatuan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dokter Anak: Jangan Tunggu Sakit, Vaksin Lindungi Anak Sejak Dini

Ia juga menggarisbawahi pentingnya mempertahankan budaya gotong royong. Menurutnya, perkembangan kehidupan modern tidak boleh membuat hubungan sosial antarmasyarakat semakin renggang. Kepedulian dan kemauan untuk saling membantu justru harus terus dirawat sebagai karakter masyarakat Indonesia.

Selain itu, Mufti mengajak masyarakat lebih bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital. Arus informasi yang begitu cepat, kata dia, harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi. Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai atau menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, terutama informasi yang dapat memicu permusuhan dan mengganggu kerukunan.

Ia berharap sosialisasi Empat Pilar tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah perubahan sosial.

Mufti menegaskan bahwa keberlangsungan kehidupan berbangsa sangat bergantung pada sejauh mana nilai-nilai tersebut benar-benar diterapkan oleh masyarakat.

“Bangsa ini akan memiliki ketahanan yang kuat apabila nilai kebangsaan tidak hanya dibicarakan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Peserta kegiatan menyambut positif pendekatan yang dibangun dalam sosialisasi tersebut. Materi yang dikaitkan dengan persoalan kehidupan sehari-hari dinilai membuat pembahasan Empat Pilar lebih mudah dipahami sekaligus relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. (QVX)