Dhahar Bareng, Nyanyi Gayeng, Ning Lia-Sri Wahyuni Kesengsem Ngawan

oleh -128 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter

KILASJATIM.COM, Bojonegoro – Ada cara sederhana untuk menikmati sebuah daerah: duduk di warung rakyat, menyantap masakan rumahan, lalu berbincang tanpa terburu-buru.

Suasana itulah yang dirasakan Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama saat singgah di Warung Pinggir Ngawan, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (17/9/2026) lalu.

Bersama Sri Wahyuni, senator yang akrab disapa Ning Lia itu menikmati beragam sajian rumahan khas warung rakyat. Lokasinya yang berada di tepian Bengawan Solo menghadirkan suasana sederhana, tenang, sekaligus akrab.

Di tengah rangkaian kegiatannya di Bojonegoro, warung tersebut menjadi ruang untuk sejenak melepas kepadatan agenda. Bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga menikmati sisi lain Bojonegoro yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Masakannya enak, suasananya juga nyaman. Sederhana, tetapi justru itu yang membuat punya kesan tersendiri,” ujar Lia.

Kebersamaan keduanya berlangsung cair. Obrolan ringan mengalir di sela hidangan yang tersaji, hingga suasana semakin meriah ketika Ning Lia menyumbangkan beberapa lagu.

Sejumlah pengunjung ikut menikmati alunan suara Ning Lia. Momen spontan itu membuat warung yang semula tenang berubah menjadi lebih gayeng, menghadirkan keakraban yang tumbuh secara alami.

Sri Wahyuni pun tampak menikmati suasana tersebut. Makan bersama, berbincang, dan bernyanyi menjadi rangkaian sederhana yang membuat kunjungan itu terasa lebih berkesan.

Bagi Ning Lia, pengalaman menikmati warung rakyat bukan hanya soal rasa makanan. Ada cerita tentang usaha kecil, kehidupan masyarakat, dan karakter kuliner daerah yang tumbuh dari tempat-tempat sederhana semacam itu.

Warung lokal, menurut dia, memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas. Apalagi, kekuatan kuliner daerah tidak hanya terletak pada menu, tetapi juga suasana yang menyertainya.

“Tempat seperti ini punya karakter. Makanannya membuat terkesan, suasananya juga bikin ingin kembali,” katanya.

Baca Juga :  Menang Gugatan, Senator Lia: Media Jadi Pendobrak Kebenaran

Singgah di Warung Pinggir Ngawan memberi Ning Lia kesempatan melihat lebih dekat geliat usaha kecil sekaligus menikmati masakan lokal Bojonegoro.

Di tempat seperti itu, pengalaman tidak selalu datang dari agenda besar. Terkadang, cukup dari sepiring makanan rumahan, obrolan ringan, dan lagu yang dinyanyikan bersama.

Dan di tepian Bengawan Solo hari itu, Ning Lia menemukan semuanya: dhahar enak, ngobrol gayeng, nyanyi bareng, karo ngrasakake suasana pinggir Ngawan. (FRI)