KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong peningkatan kualitas dan daya saing Industri Hasil Tembakau (IHT). Salah satunya melalui Pelatihan Pengenalan Manajemen Mutu ISO 9001:2015 yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso pada 14–15 September 2026.
Kegiatan yang diikuti para pelaku IHT tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan agar industri tembakau lokal semakin siap menghadapi tantangan usaha yang terus berkembang, baik dari sisi regulasi, persaingan pasar maupun tuntutan konsumen terhadap kualitas produk.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso, Ir. Hergiar Yuli Pramanto, S.T., M.T., mengatakan industri hasil tembakau merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
Menurutnya, sektor ini tidak hanya berperan dalam menyerap tenaga kerja, tetapi juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat serta memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara.
“Industri hasil tembakau memiliki peran penting dalam perekonomian. Karena itu, para pelaku usaha harus terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan usahanya agar mampu bersaing dan berkembang,” ujarnya.
Hergiar menjelaskan, saat ini pelaku industri tidak cukup hanya fokus pada proses produksi. Mereka juga dituntut memiliki tata kelola usaha yang baik, mulai dari administrasi, perizinan, pengendalian mutu hingga sistem kerja yang terstruktur dan terdokumentasi.
Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan prinsip-prinsip Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 sebagai langkah awal membangun budaya kerja yang lebih profesional dan berorientasi pada kualitas.
“Dengan proses yang konsisten dan terdokumentasi, pelaku usaha akan lebih mudah menjaga mutu produk, melakukan evaluasi, mengidentifikasi permasalahan, serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha masing-masing.
Menurutnya, penerapan manajemen mutu yang baik akan menjadi modal penting bagi industri hasil tembakau Bondowoso untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha di masa depan.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu pun diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi para pelaku IHT, sehingga kualitas produk dan tata kelola usaha yang dijalankan semakin baik serta mampu menjawab tantangan dunia industri yang terus berkembang.
Hergiar mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh dan menjadikan pelatihan tersebut sebagai momentum memperkuat kapasitas usaha. Ia juga secara resmi membuka kegiatan pelatihan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan industri hasil tembakau di Kabupaten Bondowoso.(wan)
