14 Mesin Cuci Darah RSUD Sidoarjo Barat Siap Layani Pasien Gagal Ginjal

oleh -53 Dilihat
Oleh
Tama
Reporter

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Pasien gagal ginjal di wilayah Sidoarjo Barat kini punya akses layanan cuci darah lebih dekat. RSUD Sidoarjo Barat menyiapkan 14 mesin hemodialisis (HD), dengan layanan bagi peserta JKN yang sudah berjalan sejak 1 September 2026.

Gedung Pelayanan Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat itu diresmikan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Selasa (15/9/2026).

Direktur Utama RSUD Sidoarjo Barat, dr Abdillah Segaf Alhadad, mengatakan hingga 15 September sudah tercatat 77 kali pelayanan dialisis sejak kerja sama dengan BPJS Kesehatan dimulai.

“Kami memiliki 14 mesin HD, terdiri dari 12 reguler, satu untuk pasien hepatitis dan satu sebagai cadangan,” kata Abdillah.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mengurangi beban pasien yang selama ini harus mencari rumah sakit lain untuk menjalani cuci darah secara rutin.

“Harapannya, masyarakat di kawasan Sidoarjo Barat yang membutuhkan pelayanan dialisis tidak perlu jauh-jauh. Di Sidoarjo Barat bisa, penanganannya lebih cepat,” ujarnya.

Menurut Abdillah, layanan dialisis RSUD Sidoarjo Barat tidak hanya digunakan pasien dari wilayah setempat. Sejumlah pasien dari Pasuruan, Mojokerto hingga pasien rujukan dari rumah sakit lain juga telah menjalani perawatan di fasilitas tersebut.

Kondisi itu, kata dia, menunjukkan kebutuhan layanan cuci darah cukup tinggi sekaligus membuka pilihan baru bagi pasien yang membutuhkan dialisis.

Kepala BPJS Kesehatan Sidoarjo Munaqib mengatakan penambahan fasilitas HD penting karena kasus gagal ginjal yang membutuhkan layanan cuci darah di Sidoarjo mengalami peningkatan.

“Dengan tambahan 14 mesin HD, harapannya bisa menangani meningkatnya jumlah kasus gagal ginjal di Sidoarjo,” kata Munaqib.

Layanan tersebut kini dapat dimanfaatkan peserta JKN melalui kerja sama RSUD Sidoarjo Barat dengan BPJS Kesehatan.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menilai kehadiran layanan dialisis menjadi bagian penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Serius Bangun Bondowoso, Abdul Hamid Wahid Sampaikan Aspirasi Masyarakat kepada Komisi V DPR RI

Namun, dia mengingatkan fasilitas medis yang lengkap harus dibarengi pelayanan yang membuat pasien merasa nyaman. Terlebih, pasien dialisis harus menjalani cuci darah secara rutin.

“Orang sakit itu tidak hanya membutuhkan obat. Mereka juga membutuhkan perhatian, keramahan dan doa,” ujar Mimik.

Dia meminta tenaga kesehatan memberikan pelayanan dengan ramah dan ikhlas. Menurutnya, kualitas pelayanan dan peningkatan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan penambahan fasilitas kesehatan.

Dengan beroperasinya layanan dialisis tersebut, pasien gagal ginjal di Sidoarjo Barat memiliki alternatif layanan yang lebih dekat untuk menjalani cuci darah secara rutin. (TAM)