Hari Kelima Pencarian Wartawan Hilang, Basarnas Temukan Jeriken di Selat Sunda

oleh -243 Dilihat
Foto Istimewa

KILASJATIM.COM – Tim SAR gabungan menemukan satu unit jeriken minyak berwarna biru pada hari kelima operasi pencarian delapan orang yang hilang setelah speedboat yang mereka tumpangi kehilangan kontak di perairan Selat Sunda.

Temuan tersebut ditemukan saat tim KN SAR Tetuka 247 melakukan penyisiran di Sektor X, Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 10.05 WIB. Namun, Basarnas belum dapat memastikan apakah jeriken tersebut berkaitan dengan speedboat atau rombongan wartawan yang masih dalam pencarian.

“Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemantauan menggunakan drone dari KN SAR Tetuka. Belum dapat dipastikan bahwa jeriken tersebut berkaitan dengan speedboat atau delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Basarnas dalam laporannya seperti dilansir Antara, Minggu, 13 September 2026.

Jeriken tersebut ditemukan di koordinat 06°02.7161’S dan 105°31.5414’E. Area pencarian di Sektor X mencakup wilayah laut sekitar 380 nautical mile persegi.

Basarnas memastikan setiap benda yang ditemukan di sepanjang wilayah pencarian diperiksa dan ditindaklanjuti. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya petunjuk mengenai keberadaan speedboat maupun delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.

Pencarian Wartawan Hilang Terus Diperluas

Dalam operasi hari kelima, penyisiran juga melibatkan Kapal Patroli RBB Peucang yang bergerak dari Dermaga Paku Anyer. Kapal tersebut menyisir wilayah pencarian hingga sore hari dengan kondisi gelombang laut berkisar 0–1 meter.

Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah sektor untuk mempersempit area pencarian. Temuan benda-benda di laut menjadi salah satu perhatian tim untuk ditelusuri lebih lanjut.

“Setiap benda yang ditemukan di sepanjang area pencarian tetap diperiksa oleh tim SAR gabungan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah benda-benda yang ditemukan dapat memberikan petunjuk mengenai posisi speedboat maupun delapan orang hilang,” ujar Basarnas.

Baca Juga :  Imbas Erupsi Anak Krakatau, MBG di Wilayah Terdampak Disetop Sementara

Sebelumnya, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso menyebut delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima wartawan, seorang kapten speedboat, seorang anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.

Lima wartawan tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten speedboat, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.

Speedboat Hilang Kontak Saat Menuju Anak Krakatau

Rombongan tersebut sebelumnya berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka dilaporkan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas gunung api tersebut.

Kontak terakhir dengan rombongan tercatat sekitar pukul 14.42 WIB. Saat itu, mereka sempat mengirimkan informasi mengenai posisi kepada rekan jurnalis di Lampung.

Namun, sekitar 22 menit kemudian, tepatnya pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan terputus.

“Kontak terakhir dengan rombongan, tercatat pada pukul 14.42 WIB ketika mereka mengirimkan informasi lokasi kepada rekan jurnalis di Lampung. Sekitar 22 menit kemudian, tepatnya pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan terputus,” kata Edy.

Hingga hari kelima pencarian, Basarnas masih belum memastikan keberadaan speedboat maupun delapan orang yang berada di dalamnya. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran laut dengan mengandalkan kapal dan pemantauan udara untuk menemukan petunjuk baru.

Temuan jeriken biru tersebut kini menjadi salah satu objek yang diperiksa tim. Meski belum dapat dikaitkan dengan speedboat yang hilang, setiap benda yang ditemukan tetap ditelusuri untuk memastikan kemungkinan keterkaitannya dengan delapan orang yang masih dalam pencarian. (NQP)