IFBC 2026 Surabaya Jaring Ratusan Peluang Usaha, Dorong UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar

oleh -329 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya — Pameran Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 kembali hadir di Surabaya dengan membawa ratusan peluang usaha dari berbagai sektor. Mengusung tema “Grow Beyond Boundaries”, penyelenggaraan ke-181 IFBC ini tidak hanya menjadi ajang promosi waralaba dan kemitraan, tetapi juga membuka akses pasar, memperkuat jaringan usaha, serta mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas.

IFBC 2026 Surabaya berlangsung pada 11–13 September 2026 di Grand City Convex, Surabaya. Pameran yang diselenggarakan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Neo Expo Promosindo tersebut mempertemukan pelaku usaha, calon investor, calon mitra bisnis, hingga masyarakat yang tengah mencari peluang untuk memulai maupun mengembangkan usaha.

Pameran ini mendapat dukungan dari sejumlah kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, antara lain Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Pemerintah Kota Surabaya.

Advisor Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Jahja B. Soenarjo mengatakan pengembangan industri franchise dan kemitraan perlu diikuti dengan keberanian pelaku usaha untuk memperluas pasar. Menurutnya, pasar Indonesia yang besar memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan jaringan, sekaligus mempersiapkan produk lokal agar mampu bersaing di tingkat global.

“Indonesia memiliki pasar yang besar. Kita harus berani punya produk dan memperluas pasar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga melihat peluang ke pasar global,” ujar Jahja B. Soenarjo.

Menurut Jahja, penguatan ekosistem menjadi salah satu faktor penting agar peluang usaha yang tersedia dapat diikuti dengan peningkatan kapasitas pelaku bisnis. Pendidikan dan pelatihan menjadi bagian yang tidak terpisahkan, termasuk bagi masyarakat yang sedang mempersiapkan masa pensiun dan membutuhkan alternatif sumber pendapatan melalui kewirausahaan.

Baca Juga :  Rencana Kereta Cepat Surabaya-Jakarta Bak Gayung Bersambut, Terealisasi?

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menilai pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Menurutnya, UMKM tersebar di berbagai daerah dan membutuhkan dukungan regulasi sekaligus akses yang lebih luas agar dapat berkembang.

“UMKM itu tersebar dan membutuhkan dukungan ekosistem. Ada banyak kementerian dan lembaga yang saling terhubung untuk mendukung perluasan bisnis, mulai dari regulasi hingga akses pasar,” kata Bagus Rachman.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak, dapat membantu memperluas pasar bagi produk dan usaha yang dikembangkan pelaku UMKM. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk tumbuh dan meningkatkan skala bisnis.

General Manager Franchise Marketing Alfamart, Tommy Sugianto, turut menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan kewirausahaan nasional melalui penawaran kemitraan yang terjangkau dan pendampingan bisnis yang berkelanjutan.

“Kami memberikan kemudahan serta promo khusus bagi calon mitra yang ingin memulai usaha, sekaligus pendampingan agar bisnis dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Tommy Sugianto.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya para wirausahawan baru yang tangguh dan siap berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah maupun nasional.(kar)