Antisipasi Antrean SPBU, Pemkab Jember Siapkan Jalur Alternatif Pasokan BBM

oleh -367 Dilihat
Bupati Jember, Muhammad Fawait saat sidak di SPBU. (Foto: Pemkab Jember)

KILASJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengantisipasi gangguan distribusi BBM yang selama ini berpotensi memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, salah satu solusi yang tengah didorong adalah diversifikasi jalur pasokan BBM sehingga Jember tidak lagi bergantung pada satu sumber distribusi.

Sebelumnya, Fawait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Gajahmada dan SPBU Gebang, Selasa (8/9/2026). Sidak dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi ketersediaan dan distribusi BBM di wilayah Jember.

Menurut Fawait, gangguan distribusi BBM ke Jember belakangan turut dipengaruhi oleh kelancaran arus lalu lintas pada jalur pengiriman dari Banyuwangi.

Ketika terjadi kemacetan maupun perbaikan jalan, waktu tempuh pengiriman BBM menuju Jember dapat bertambah. Kondisi tersebut kemudian berpotensi menimbulkan antrean kendaraan di SPBU.

Pemkab Jember Dorong Jalur Pasokan Alternatif

Untuk mengatasi antrean dalam jangka pendek, Pemkab Jember akan berkoordinasi agar pasokan BBM dapat ditambah ketika terjadi gangguan distribusi.

Namun, Pemkab Jember tidak ingin penanganan hanya bersifat sementara. Pemerintah daerah kini mendorong solusi permanen dengan mengurangi ketergantungan terhadap satu jalur distribusi.

Fawait menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan Pertamina di Jakarta untuk membuka kemungkinan pasokan BBM Jember melalui sejumlah jalur alternatif.

Selama ini, pasokan BBM untuk Jember masih mengandalkan distribusi dari Banyuwangi. Ke depan, Pemkab Jember mendorong agar pasokan juga dapat ditopang dari Surabaya, Malang, maupun wilayah lain yang dinilai memungkinkan.

Menurut Fawait, konsep diversifikasi pasokan tersebut sebenarnya telah diterapkan dalam distribusi LPG. Dengan memiliki lebih dari satu sumber pasokan, distribusi diharapkan tetap berjalan ketika terjadi gangguan lalu lintas di salah satu wilayah.

Baca Juga :  Bondowoso Job Fair 2025 resmi Dibuka, Bupati Dorong Generasi Muda Jadi Pekerja Tangguh dan Adaptif

“Kalau ada jalur alternatif, ketika satu jalur mengalami gangguan, pasokan masih bisa didatangkan dari wilayah lain,” kata Fawait.

Pemkab Jember Soroti Pemerataan SPBU

Selain jalur distribusi, Pemkab Jember juga menyoroti pemerataan fasilitas SPBU di wilayah tersebut.

Berdasarkan pemetaan pemerintah daerah, masih terdapat sejumlah kecamatan yang belum memiliki fasilitas pengisian BBM resmi. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian agar akses masyarakat terhadap BBM lebih merata.

Fawait mengatakan Pemkab Jember akan mendorong keterlibatan pelaku usaha dan pemilik modal untuk membangun SPBU di wilayah yang belum terlayani.

“Kami akan mengajak para pelaku usaha dan pemilik modal untuk berinvestasi membangun SPBU di kecamatan-kecamatan yang belum terlayani,” katanya.

Menurutnya, penambahan SPBU tidak hanya bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap BBM, tetapi juga memiliki dampak ekonomi bagi daerah.

“Langkah ini penting, tidak hanya untuk menjamin pemerataan ketersediaan BBM hingga ke pelosok, tetapi juga dapat menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan perekonomian daerah,” tambahnya.

Pemkab Jember berharap diversifikasi jalur pasokan BBM dan penambahan SPBU dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan energi di daerah.

Dengan distribusi yang lebih beragam dan fasilitas SPBU yang semakin merata, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi antrean panjang ketika terjadi gangguan pada salah satu jalur pengiriman BBM menuju Jember. (FOJ)