Puskesmas Kademangan Uji Kualitas Air SPPG 1 untuk Pastikan Keamanan Pangan

oleh -446 Dilihat
Oleh
Ihwanul Hasan

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Upaya menjaga kualitas pelayanan di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 1 terus dilakukan melalui pengawasan kesehatan lingkungan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kualitas air yang digunakan dalam berbagai aktivitas dapur, mulai dari pencucian bahan pangan hingga proses pengolahan makanan.

Untuk memastikan air yang digunakan memenuhi standar kesehatan, Puskesmas Kademangan melakukan pengambilan sampel air dari SPPG Kademangan 1 untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan di laboratorium.

Perwakilan Puskesmas Kademangan, Firda Usain, mengatakan pemeriksaan kualitas air merupakan bagian dari monitoring kesehatan lingkungan yang dilakukan secara berkala. Menurutnya, kualitas air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan pangan yang diproduksi dapur SPPG.

“Air menjadi salah satu komponen penting dalam proses pengolahan makanan. Karena itu perlu dipastikan kualitasnya tetap memenuhi syarat kesehatan,” ujar Firda, Kamis (10/9/2026).

Ia menjelaskan, pengawasan terhadap dapur SPPG tidak hanya dilakukan ketika proses pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tetapi tetap berlanjut setelah dapur mulai beroperasi.

Monitoring secara berkala dilakukan untuk memastikan standar kesehatan dan sanitasi yang telah dipenuhi tetap terjaga dalam operasional sehari-hari.

SPPG Kademangan 1 sebelumnya juga telah menjalani pemeriksaan dalam proses pengajuan SLHS dan memperoleh hasil yang baik. Kendati demikian, pengawasan tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan serta keamanan pangan secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, petugas kesehatan tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap kualitas air. Sejumlah aspek lain turut menjadi perhatian, seperti makanan, ompreng, peralatan dapur, hingga kondisi sanitasi lingkungan.

Khusus terhadap air, sampel yang diambil akan menjalani pemeriksaan mikrobiologi dan kimia di laboratorium. Pemeriksaan mikrobiologi dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya bakteri, termasuk Escherichia coli (E. coli) dan total koliform.

Baca Juga :  Pesan Kecil dari Kotak Makan,Bukti Program MBG SPPG Sukowono Disambut Hangat Siswa

Sementara itu, pemeriksaan kimia mencakup sejumlah parameter, di antaranya nitrat, nitrit, mangan, besi, fluorida hingga kandungan kaporit.

Firda mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium tidak dapat diketahui secara langsung karena membutuhkan proses analisis. Hasil pengujian umumnya baru diterima beberapa hari setelah sampel dikirim ke laboratorium.

Menurutnya, pengawasan secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pelayanan SPPG. Melalui pemeriksaan rutin, potensi risiko terhadap kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan dapat dilakukan apabila ditemukan persoalan.

“Harapannya, seluruh proses pengolahan makanan di SPPG dapat berjalan sesuai standar kesehatan sehingga makanan yang disajikan aman untuk dikonsumsi para penerima manfaat,” pungkasnya.(wan)