Surabaya Uji Posisi di Peta Seni Rupa Nasional

oleh -351 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Posisi Surabaya dalam peta seni rupa kontemporer Indonesia akan dibahas dalam Diskusi Publik ArtSubs di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin, 14 September 2026. Forum ini mempertanyakan apakah Surabaya mampu berkembang menjadi salah satu medan penting seni rupa kontemporer nasional, di tengah dominasi Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung. Diskusi berlangsung di Auditorium T14 Lantai 4, Fakultas Bahasa dan Seni, Kampus Unesa Lidah Wetan.

Guru Besar Seni Rupa Unesa, Prof. Dr. Djuli Djatiprambudi, akan memaparkan analisis mengenai posisi Surabaya dalam perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia. Dari ArtSubs, hadir kurator Nirwan Dewanto serta perwakilan peserta pameran dari Museum KBUSR (Kantor Bersama Urusan Seni Rupa) Yogyakarta.

Prof. Dr. Djuli Djatiprambudi menilai pembahasan posisi Surabaya tidak cukup hanya melihat jumlah seniman dan kegiatan seni. Persoalan yang lebih penting adalah kekuatan ekosistem yang mencakup ruang seni, kurator, pasar, jejaring, akademisi, pemerintah, kolektor, dan publik. “Pertanyaannya bukan sekadar apakah Surabaya memiliki banyak seniman, tetapi apakah seluruh potensi tersebut telah membentuk ekosistem seni rupa yang cukup kuat untuk diperhitungkan secara nasional,” itu pokok analisis yang akan disampaikan Prof. Dr. Djuli Djatiprambudi.

ArtSubs menjadi bagian penting dalam percakapan tersebut. Setelah digelar di Pos Bloc pada 2024 dan Balai Pemuda pada 2025, ArtSubs 2026 kembali berlangsung di Balai Pemuda Surabaya pada 19 September hingga 8 November 2026.

Melalui program Subs-Campus ArtSubs 2026 di Unesa, forum tersebut tidak hanya membicarakan pameran dan pasar seni, tetapi juga mempertemukan perspektif akademik, seniman, kurator, komunitas, dan publik untuk menguji kekuatan ekosistem seni rupa Surabaya.

Tantangan yang mengemuka antara lain keterbatasan ruang seni publik, belum kuatnya ruang kuratorial dan kritik, pasar seni lokal yang masih perlu dikembangkan, serta jejaring antarpemangku kepentingan yang belum optimal.

Baca Juga :  Video Klip Lagu Baru Atta Halilintar #THISISINDONESIA Viral, Trending di 6 Negara

Forum ini diharapkan menjadi ruang kritis untuk menguji apakah Surabaya memiliki modal artistik, infrastruktur, jaringan, pasar, pengetahuan, dan publik yang cukup untuk mengambil posisi lebih besar dalam peta seni rupa nasional.(tok)