SAR Perluas Pencarian 7 Jurnalis Hilang hingga 271 Mil Laut

oleh -43 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Foto lima jurnalis yang hilang kontak (dok. Keluarga)

KILASJATIM.COM, PANDEGLANG – Tim SAR gabungan memperluas pencarian tujuh jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Banten. Memasuki hari kedua operasi, area pencarian diperluas hingga sekitar 271 mil laut.

Basarnas bersama TNI dan Polri mengerahkan enam kapal yang dibagi dalam lima Search and Rescue Unit (SRU). Perluasan area dilakukan berdasarkan analisis SAR Map dan data digital yang menunjukkan dugaan pergerakan ke arah barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Riski Dwiyanto mengatakan pencarian kini diarahkan ke wilayah tersebut.

“Hasil dari SAR Map mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau. Total luas area pencarian mencapai kurang lebih 271 nautical mile,” kata Riski di Pandeglang, Rabu (9/9/2026).

KN SAR Tual K dikerahkan menyisir area sekitar 68,3 mil laut. Sementara KAL Anyer milik Lanal Banten mencakup sekitar 69,5 mil laut.

Penyisiran juga dilakukan RIB 01 dan RIB 03 Lampung dengan cakupan sekitar 67 mil laut. RIB 02 Banten mendapat tugas menyisir lebih dekat kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Dua pulau tersebut menjadi perhatian karena tim mengantisipasi kemungkinan adanya jurnalis atau bagian kapal yang terdampar di pulau-pulau kecil sekitar lokasi kejadian.

Satu kapal lainnya, KP Sanjay milik Polairud Polda Banten, menyisir area sekitar 67,3 mil laut.
Operasi pencarian sejauh ini didukung kondisi cuaca yang relatif baik. Berdasarkan laporan BMKG, wilayah pencarian terpantau cerah berawan dengan angin dari selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot.

Gelombang laut berada pada kisaran 0,4-1 meter.

“Kondisi ini masih terhitung aman dan sangat efektif bagi kita untuk melaksanakan penyisiran di laut,” ujar Riski.

Baca Juga :  Update: Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 18.00 WIB Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Di tengah operasi, keluarga para jurnalis juga mulai berdatangan ke posko SAR. Tim Basarnas menyampaikan perkembangan pencarian kepada keluarga dan meminta dukungan doa agar para jurnalis segera ditemukan.

Rombongan jurnalis sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju perairan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.

Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB ketika salah satu jurnalis membagikan lokasi terkini kepada rekannya di Lampung.

Sekitar 22 menit kemudian, komunikasi terputus. Titik terakhir yang terdeteksi berada di sekitar koordinat 6°14’40.52″ LS dan 105°40’49.48″ BT.

Berdasarkan data Kantor SAR Banten, tujuh orang masih dalam pencarian. Mereka yakni M Bagus Khoirunnas, pewarta foto LKBN Antara; Ari Basuki dari Merdeka; Yudhis dari iNews; Daus dari Anadolu; Donal, pewarta lepas; serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

Pencarian terus dilakukan dengan memperluas area hingga ratusan mil laut, sembari tim menyisir pulau-pulau kecil di sekitar lokasi terakhir komunikasi. (cit)