KILASJATIM. COM, Blora — Petani tebu di Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi kepada PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) atas upaya penyerapan tebu pada musim giling tahun ini. Melalui unit usaha PT SGN, Pabrik Gula (PG) Rendeng, tebu petani Blora yang sebelumnya menghadapi kendala penebangan kini telah terserap secara optimal.
Salah satu petani tebu Blora mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diberikan PT SGN melalui PG Rendeng. Sebelumnya, terdapat hampir 500 hektare tanaman tebu petani yang belum tertebang. Namun, melalui fasilitasi dan pengawalan PG Rendeng sebagai perwakilan PT SGN, sekitar 90 persen tebu tersebut kini telah berhasil terserap.
“Kami sangat terharu dan tersanjung bagaimana nasib kami petani. Dalam kondisi kemarin tebu tidak tertebang hampir 500 hektare, saat ini dengan difasilitasi pengawalan Pabrik Rendeng sebagai wakil SGN, akhirnya tebu Blora terserap hampir 90 persen,” ungkap Anton Sudibyo, petani tebu Blora.
Ia menambahkan, sisa sekitar 10 persen tebu yang masih belum tertebang diharapkan dapat diselesaikan hingga Oktober mendatang. Menurutnya, dukungan PT SGN melalui PG Rendeng menjadi bagian penting dalam membantu petani menghadapi kondisi yang ada sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani tebu.
“InsyaAllah akan bisa terselesaikan. Mudah-mudahan dengan bimbingan SGN kami dianggap sebagai petani yang benar-benar petani akar rumput, petani profesional yang memburu tentang kualitas dan mutu tebu,” lanjutnya.
Selain memastikan penyerapan hasil panen, petani juga berharap adanya pendampingan yang lebih kuat dalam pengembangan tanaman tebu, khususnya melalui penyediaan bibit unggul. Petani menyambut baik informasi mengenai SGN 1, bibit yang dikembangkan PT SGN, yang diharapkan dapat mendampingi varietas seperti Panjalu 1 maupun Mustika A.
“Dengan binaan PT SGN yang dibina oleh PG Rendeng, mudah-mudahan ke depannya SGN bisa membina dan mengedukasi kami petani, sehingga petani tidak miris, petani tidak minder di tengah gonjangan ekonomi yang tidak jelas,” ujarnya.
Ia berharap dukungan tersebut dapat direalisasikan melalui pembinaan, edukasi, hingga dukungan pengembangan bibit, sehingga petani semakin mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas tebu.
Senada Khairul Anwar, petani lainnya mengampaikan rasa terima kasih atas optimalnya penyerapan tebu pada musim giling tahun ini.
“Secara khusus kami menyampaikan rasa terima kasih kepada PT SGN karena di musim giling ini kami petani Blora tebunya bisa diserap secara optimal oleh PT SGN yang diwakili oleh pabrik gula terdekat di Blora, yaitu Pabrik Gula Rendeng. Terima kasih kami ucapkan kepada PT SGN yang telah melakukan penyelamatan tebu khususnya di Kabupaten Blora,” ungkapnya.
Penyerapan tebu petani Blora melalui PG Rendeng menjadi wujud sinergi antara PT SGN dan petani dalam menjaga keberlanjutan produksi tebu. Ke depan, dukungan melalui pendampingan, edukasi, serta pengembangan bibit unggul diharapkan dapat semakin memperkuat produktivitas petani sekaligus menghasilkan tebu dengan kualitas dan mutu yang semakin baik. Bersama petani, menyelamatkan tebu, meningkatkan kualitas, dan menguatkan industri gula nasional. (nov)
