KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mengular hingga sekitar 12 kilometer. Kepadatan terjadi sejak Rabu (2/9/2026) malam hingga Kamis (3/9/2026) pagi.
Kepadatan terjadi di jalur utara Ketapang hingga kawasan SPBU Bangsring. Sejumlah kendaraan, termasuk truk dan kendaraan logistik, terjebak dalam antrean panjang.
Pantauan dilokasi, kendaraan yang hendak menuju Pelabuhan Ketapang tersendat parah. Kepadatan ini dirasakan pengendara sejak Rabu malam, beberapa mengaku terjebak 5 jam.
Kepadatan tersebut mendapat penanganan petugas gabungan. Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim AKBP Hendrix Kusuma Wardhana mengatakan personel PJR Jatim V bersama Satlantas Polresta Banyuwangi melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sekitar ASDP Ketapang dan Simpang Tiga KP3 Lingkar.
Salah satu rekayasa dilakukan dengan memasukkan kendaraan besar ke Dermaga Bulusan. Petugas juga menerapkan contra flow untuk truk kecil menuju Banyuwangi serta mengalihkan kendaraan dari arah Banyuwangi melalui jalur lingkar Simpang Tiga Farly.
Peningkatan volume kendaraan menjadi salah satu pemicu kepadatan. Kondisi diperparah banyaknya kendaraan logistik serta pekerjaan peningkatan kapasitas dermaga di dua pelabuhan.
Pekerjaan tersebut meliputi peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan perubahan Dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang menjadi dermaga movable bridge berkapasitas 50 ton.
Di tengah antrean, PT ASDP Indonesia Ferry menambah pengoperasian kapal berkapasitas besar untuk mempercepat penyeberangan dan mengurai kendaraan.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan kapal bantuan turut dikerahkan untuk mempercepat penguraian kepadatan.
“Untuk mempercepat penguraian kepadatan, kami memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan,” kata Widodo dalam keterangannya.
Saat ini, sebanyak 25 kapal besar dioperasikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Tiga di antaranya merupakan kapal bantuan.
Sementara itu, petugas gabungan masih bersiaga di sejumlah titik untuk mengatur arus kendaraan dan mengurai antrean menuju Pelabuhan Ketapang. (cit)
