KILASJATIM.COM, Sidoarjo — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk sejumlah santri yang diduga menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSI Siti Hajar, Sidoarjo.
Khofifah mengecek kondisi pasien satu per satu dan berdialog dengan mereka untuk memastikan mendapatkan penanganan medis yang optimal. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang menangani para korban.
“Anak-anak yang dirawat juga mudah-mudahan terus sehat, semua rumah sakit yang memberikan penanganan kami menyampaikan terima kasih,” kata Khofifah, Kamis, 3/9/2026.
Khofifah meminta seluruh pihak melakukan evaluasi dan memperketat pengawasan dalam pelaksanaan program MBG. Menurut dia, program yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan kualitas gizi generasi penerus.
“Jadi memang kita harus terus berbenah, semua lini harus melakukan monitoring dan pengawasan,” ujarnya.
Menurut Khofifah, pengawasan harus dilakukan sejak pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, distribusi hingga makanan dikonsumsi penerima manfaat. Faktor waktu pengiriman juga perlu diperhatikan karena makanan memiliki batas aman untuk dikonsumsi.
Ia mengatakan para korban menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin. SPPG tersebut memasok makanan ke 18 unit penerima manfaat.
Dari sejumlah titik tersebut, keterlambatan distribusi diduga menjadi salah satu persoalan. Makanan yang dikirim lebih awal relatif aman, sedangkan makanan yang tiba lebih siang kemudian dikonsumsi pada waktu yang lebih lama setelah proses memasak.
“Bedanya adalah pada masa pengiriman dari SPPG itu ke titik penerima manfaat,” kata Khofifah.
Di RSI Siti Hajar, terdapat 27 pasien yang menjalani perawatan. Sebanyak 24 pasien dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang, sedangkan tiga pasien masih menjalani observasi dokter.
Para pasien sebelumnya mengeluhkan mual dan pusing.
Secara keseluruhan, berdasarkan data per 2 September 2026 pukul 22.00 WIB, tercatat 664 orang mendapatkan penanganan medis. Rinciannya, 77 pasien menjalani perawatan di rumah sakit, 581 pasien rawat jalan, dan enam pasien masih dalam observasi.
Kasus tersebut dilaporkan terjadi sejak Selasa (1/9/2026) dan melibatkan sejumlah lembaga pendidikan, dengan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam menjadi salah satu lokasi dengan jumlah korban terbanyak.
Priani (43), ibu salah satu pasien, berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia mengapresiasi perhatian Khofifah terhadap para korban.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah atas perhatiannya terhadap anak-anak yang tertimpa musibah. Mudah-mudahan jangan terulang lagi,” ujarnya.(Den/Fri)
