HUT HIMPAUDI ke-21, Guru PAUD Bondowoso Didorong Terus Semangat Mengabdi dan Mencerdaskan Generasi

oleh -375 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Dua dekade lebih perjalanan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) menjadi momentum untuk kembali meneguhkan peran guru PAUD dalam membangun fondasi generasi masa depan.

Di usia ke-21 HIMPAUDI Kabupaten Bondowoso, semangat pengabdian para pendidik anak usia dini mendapat apresiasi. Guru PAUD dinilai memiliki peran penting, bukan hanya dalam mengenalkan pengetahuan, tetapi juga menanamkan karakter kepada anak sejak usia dini.

Ketua HIMPAUDI Kabupaten Bondowoso, M. Kholis, mengatakan tugas guru PAUD tidak sesederhana yang terlihat. Di balik aktivitas bernyanyi dan bermain bersama anak, terdapat proses panjang untuk membentuk pribadi yang sehat, mandiri, disiplin, mampu berbagi, serta memiliki karakter positif.

“Di PAUD mungkin kita mengajarkan anak hidup sehat, mandiri, disiplin, berbagi dan memiliki karakter. Kelihatannya sederhana, setiap hari mungkin kita hanya mengajak anak bernyanyi. Tetapi menjadi guru PAUD tentunya tidak mudah,” ujarnya. Senin 31/8/2026.

Menurutnya, kesabaran, ketelatenan dan keikhlasan para guru dalam mendampingi anak merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai besar.

Ia berharap seluruh jerih payah para pendidik PAUD menjadi amal jariyah. Momentum HUT HIMPAUDI ke-21 juga diharapkan menjadi titik penguat perjuangan agar keberadaan dan kesejahteraan guru PAUD semakin mendapat perhatian.

“Mudah-mudahan jerih payah panjenengan semua menjadi amal jariyah oleh Allah SWT,” tuturnya.

Harapan serupa disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto. Ia mengajak para guru PAUD untuk tidak patah semangat dalam menjalankan tugas mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Selamat ulang tahun HIMPAUDI Kabupaten Bondowoso yang ke-21. Jangan patah arang, jangan patah semangat. Mari kita terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendidik anak-anak kita,” katanya.

Taufan menilai pengabdian guru PAUD merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi Bondowoso. Karena itu, semangat para pendidik harus terus dijaga agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak sekaligus menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini.

Baca Juga :  Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Pilgub Jatim 2024, Khofifah-Emil Sah Jadi Gubernur-Wagub Terpilih

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso, A. Mansur, menegaskan bahwa pemerintah daerah pada prinsipnya terus berupaya meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan guru PAUD. Namun, kondisi kemampuan keuangan daerah juga menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan.

“Pemerintah daerah selalu ingin menaikkan itu, tetapi terkadang situasi memang tidak memungkinkan. Mudah-mudahan ke depan saya akan terus berusaha memperjuangkannya,” ungkapnya.

A. Mansur menyebut perhatian terhadap insentif guru PAUD sebelumnya telah mengalami peningkatan. Ia mencontohkan insentif yang sebelumnya Rp350 ribu menjadi Rp400 ribu, sementara yang sebelumnya Rp100 ribu meningkat menjadi Rp200 ribu.

Menurutnya, meski kenaikan terlihat tidak terlalu besar, ketika dikalikan dengan jumlah guru yang mencapai ribuan, kebutuhan anggarannya menjadi cukup besar.

“Kalau Rp50 ribu atau Rp100 ribu dikalikan sekian ribu, tentu masih menjadi angka yang besar. Karena itu, kita doakan pemerintah daerah, Bapak Bupati dan seluruh jajaran diberikan kekuatan untuk terus memperjuangkannya,” ujarnya.

Lebih dari persoalan insentif, A. Mansur menilai pengabdian guru PAUD memiliki nilai yang jauh lebih besar. Mereka menjadi orang-orang yang turut memberikan bekal ilmu dan membentuk karakter anak-anak sejak usia dini.

“Kami sangat senang kepada ibu-ibu dan bapak-bapak yang mengajari anak-anak kami. Mudah-mudahan dari kecil menjadi ilmu yang barokah,” katanya.

Sebagai mitra Dinas Pendidikan, ia berharap para guru PAUD tetap menjalankan pengabdian dengan penuh ketulusan, semangat dan keceriaan.

“Kami akan sangat bahagia apabila melihat ibu-ibu dan bapak-bapak guru senang, ceria dan tetap semangat,” pungkasnya.

Rangkaian peringatan HUT HIMPAUDI ke-21 tersebut pun menjadi pengingat bahwa di balik tumbuhnya generasi Bondowoso, ada tangan-tangan para guru PAUD yang setiap hari dengan sabar mendampingi, mengajarkan, dan menanamkan karakter kepada anak-anak sejak langkah pertama mereka dalam dunia pendidikan.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Grup Gay Online di Jatim, Sudah Aktif 3 Tahun

Di penghujung sambutannya, A. Mansur mengajak seluruh hadirin bersama-sama melantunkan Sholawat Nariyah, sebagai doa agar perjuangan dan pengabdian para pendidik PAUD senantiasa mendapat keberkahan dan kemudahan.(wan)