KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebanyak 89 busana karya mahasiswa Desain Fashion dan Tekstil (DFT) Universitas Kristen (UK) Petra tampil dalam Innofashion Show 8 di Oval Atrium Ciputra World Surabaya, 14–16 Agustus 2026. Mengusung tema “Zerith: Rise Beyond Zero”, gelaran ini menampilkan 21 karya tugas akhir mahasiswa DFT angkatan 2022 serta 24 karya mahasiswa angkatan 2023 dan 2024. Para desainer muda tidak sekadar mengejar estetika, tetapi menjadikan busana sebagai media menyampaikan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga identitas manusia.
Ketua Panitia Innofashion Show 8, Cicillia Josephine Setiady, mengatakan setiap koleksi lahir dari proses riset dan eksplorasi yang panjang. “Innofashion Show 8 ingin menunjukkan bahwa setiap karya memiliki cerita di balik proses penciptaannya. Kami berharap koleksi-koleksi yang ditampilkan tidak hanya dapat dinikmati dari sisi visual, tapi juga mampu menyampaikan pesan dan menginspirasi masyarakat,” terang Cicillia.
Sejumlah karya mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Febe Maureen Purwanto melalui BEMAUR mengolah inspirasi tari tradisional Jawa Tengah menjadi busana modern untuk mendekatkan warisan budaya kepada generasi masa kini.
Sementara itu, Kathleen Diandra Muljanto lewat Beneath the Garment mengkritisi budaya konsumtif dalam industri fashion. Koleksi tersebut mengajak masyarakat lebih sadar terhadap perjalanan sebuah busana, mulai produksi hingga menjadi produk yang digunakan konsumen.
Isu lingkungan disuarakan Eunica Shareen Dellamanda melalui koleksi avant-garde Lignum Mortis. Terinspirasi deforestasi, Eunica menggunakan teknik manipulasi tekstil seperti slashing, burnt fabric, dan benang terurai untuk menggambarkan kerusakan hutan. “Aku memilih tema tentang deforestasi karena ini merupakan isu lingkungan yang berdampak besar bagi ekosistem Indonesia,” jelas Eunica.
Sementara Jessica Vanessa Putri menghadirkan Noir Betta Form yang terinspirasi ikan cupang hitam. Desain tersebut mengeksplorasi kemampuan beradaptasi sekaligus memanfaatkan material deadstock melalui konsep busana yang dapat dikenakan dalam beberapa cara.
Starla Amanda Wannardi menghadirkan The Desired One: Desire, Devotion, Mortality melalui brand Sanctum of Stars. Terinspirasi tanaman beracun Atropa belladonna, koleksi tersebut mengeksplorasi hubungan antara keindahan, bahaya, dan karakter perempuan melalui estetika modern gothic. “Estetika Gothic bukan sekadar sesuatu yang identik dengan warna gelap, tapi juga mampu menggambarkan emosi, misteri, serta kekuatan yang dimiliki oleh seorang perempuan,” ungkap Starla.
Gelaran Innofashion Show 8 memperlihatkan bahwa karya tugas akhir mahasiswa tidak berhenti sebagai pemenuhan akademis. Melalui fashion, para mahasiswa menerjemahkan keresahan dan gagasan mereka menjadi bahasa visual yang dapat dinikmati sekaligus mengajak publik merefleksikan persoalan lingkungan, budaya, dan sosial.(tok)
