Roadshow IFMAC & WOODMAC 2026 di Surabaya Dorong Modernisasi Teknologi Industri Furnitur dan Kayu

oleh -316 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Rangkaian Roadshow IFMAC & WOODMAC 2026 resmi digelar di Surabaya, Kamis (13/8/2026). Forum ini menjadi ajang pemanasan sekaligus ruang bertukar gagasan bagi pelaku industri menjelang penyelenggaraan pameran internasional IFMAC & WOODMAC pada September mendatang.

Mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Peluang Bisnis untuk Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu”, kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri, asosiasi, akademisi, hingga penyedia teknologi.

Dalam forum tersebut, peningkatan nilai tambah produk dan daya saing global menjadi salah satu tantangan utama yang disoroti. Modernisasi teknologi dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat posisi industri kayu dan furnitur Indonesia di pasar global.

Ketua Presidium Indonesian Sawmill and Woodworking Association (ISWA), Jimmy Chandra, menekankan pentingnya optimalisasi pengolahan kayu agar potensi sumber daya alam Indonesia dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Sebenarnya Indonesia tidak kekurangan kayu, Indonesia kaya akan kayu. Namun yang kita butuhkan lebih dari itu. Yakni nilai dari sebatang kayu yang kita miliki. Dari ribuan kayu yang ada,” kata Jimmy.

Menurut Jimmy, penguatan industri tidak cukup hanya dilakukan melalui modernisasi teknologi di dalam negeri. Dukungan terhadap promosi produk Indonesia di pasar internasional juga diperlukan agar produk furnitur dan olahan kayu nasional mampu bersaing dengan produk dari negara lain.

Ia berharap pemerintah dapat berperan sebagai penghubung dalam penyebaran teknologi sekaligus memberikan dukungan promosi bagi produk industri nasional di pasar ekspor.

“Pemerintah itu selalu membantu kita. Seperti teknologi, pemerintah jadi jembatan untuk menyebarkan teknologi industri. Kemudian pemerintah juga harus membantu kalau kita punya produk untuk dipromosikan di luar,” ujar Jimmy.

Jimmy kemudian menyoroti skema dukungan ekspor yang diterapkan sejumlah negara, salah satunya China. Menurut dia, Indonesia perlu mempertimbangkan pola insentif serupa untuk memperkuat daya saing produk nasional.

Baca Juga :  Libur Idul Adha 2025, Polres Probolinggo Perketat Pengamanan Wisata Bromo

“Seperti China, kalau mereka punya produk dan dipromosikan ke sini itu mereka dibayar oleh pemerintah mereka. Indonesia harus melakukan seperti ini. Kalau kita tidak dibayar, bagaimana kayu kita punya daya saing di luar,” tutup Jimmy.

Teknologi Jadi Penentu Daya Saing

Senada dengan Jimmy, Sekretaris Komda Jawa Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO), Tina Azizi, menilai penguasaan teknologi dan kemampuan memanfaatkan peluang pasar menjadi syarat penting bagi industri untuk bertahan dan berkembang di era modern.

“Daya saing tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tapi tentang teknologi dan peluang bisnis yang luas,” jelas Tina Azizi.

Tina juga menegaskan komitmen APKINDO untuk terus mendukung platform kolaboratif seperti IFMAC & WOODMAC. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk membangun ekosistem industri yang lebih kuat.

“APKINDO sendiri telah berkolaborasi dengan IFMAC & WOODMAC sejak tahun 2019. Kami berharap dengan adanya acara ini, semakin banyak pameran serupa dan membentuk ekosistem dengan peluang usaha yang lebih luas,” tutup Tina Azizi.

Eksibitor Hadirkan Solusi Teknologi

Roadshow di Surabaya turut menghadirkan sejumlah eksibitor utama yang memaparkan solusi dan inovasi teknologi terbaru untuk industri furnitur dan pengolahan kayu.

Imos Indonesia, melalui Aaron Aristo, membawakan materi bertajuk “From Design to Production: Building a Digital Furniture Workflow”. Materi tersebut menyoroti penerapan alur kerja digital yang menghubungkan proses desain hingga produksi furnitur.

Sementara itu, Felder Group Indonesia mengangkat tema “Smart Machinery, Smarter Business”. Adapun Coral SPA membahas “Extracting Profitability from Pollution Control Systems”, yang menyoroti potensi efisiensi dan profitabilitas melalui sistem pengendalian polusi.

Selain teknologi manufaktur, ArchLabs & Toekang Hub turut memperkenalkan sejumlah program, yakni AI Expo, Festival Design 2026, ArchLabs, serta Festival Toekang 2026 yang akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam ajang utama.

Baca Juga :  Pemkab Bondowoso Serius Pantau Reaktivasi Jalur Kereta Api Kalisat–Panarukan

Project Director IFMAC & WOODMAC 2026  menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan tahun ini

“Pembeda dari tahun ini dan yang sebelumnya adalah teknologinya. Kita berharap teknologi yang dibawa eksibitor di acara nanti bisa memenuhi kebutuhan terkini,” jelas Cloudinia J. Dieter.

Puncak Pameran Digelar September

Puncak penyelenggaraan IFMAC & WOODMAC 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23–26 September 2026 di Hall B3 & C3, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pameran berskala internasional tersebut akan menghadirkan ekosistem kebutuhan industri kayu dan furnitur secara komprehensif. Produk dan teknologi yang ditampilkan mencakup mesin produksi, material, komponen dan aksesori, solusi pemotongan (cutting tools), hingga teknologi finishing.

Selain melihat beragam teknologi dan produk, pengunjung juga dapat menyaksikan demonstrasi mesin secara langsung, mengikuti sesi teknis dan seminar, serta membangun jejaring bisnis dengan pelaku industri dari dalam maupun luar negeri.

Melalui rangkaian roadshow hingga pameran utama, IFMAC & WOODMAC 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu platform yang mempertemukan kebutuhan industri dengan perkembangan teknologi sekaligus membuka peluang kolaborasi dan bisnis baru bagi industri furnitur dan pengolahan kayu Indonesia.(pur)