Karhutla Bromo Meluas 80 Hektare, Water Booming Dilakukan Untuk Padamkan Api

oleh -437 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter

KILASJATOM.COM, Surabaya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus meluas. Hingga Kamis (6/8) sore, luas area yang terbakar mencapai sekitar 80 hektare. Tim gabungan kini memperkuat upaya pemadaman dengan mengerahkan helikopter untuk operasi water bombing.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan sejumlah titik api memang telah berhasil dikendalikan. Namun, beberapa lokasi masih mengeluarkan kepulan asap sehingga proses pembasahan terus dilakukan.

Pemadaman melibatkan BPBD kabupaten/kota, BPBD Jatim, TNI, Polri, BNPB, serta dukungan peralatan darat dan udara.

“Sejak pagi hingga siang, pemadaman dilakukan secara masif melalui jalur darat menggunakan alat semprot, mobil pemadam, truk tangki, serta drone untuk menjangkau titik api di medan yang sulit,” kata Gatot di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (6/8).

Menurutnya, medan berupa kaldera dan lereng curam menjadi tantangan utama. Untuk menjangkau area tersebut, BPBD Jatim mengoperasikan drone berkapasitas sekitar 150 liter air guna melakukan pembasahan.

Mulai Kamis, operasi pemadaman diperkuat dengan helikopter yang mampu membawa sekitar satu ton air dalam setiap sorti untuk menjangkau titik api yang tidak bisa diakses dari darat.

Sementara itu, helikopter tambahan milik BNPB masih dalam perjalanan dari Palangkaraya menuju Jawa Timur. Pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Surabaya pada Jumat (7/8) setelah sempat bermalam di Banjarmasin untuk pengisian bahan bakar.

Gatot menyebut luas lahan yang terbakar masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.

Ia menjelaskan cuaca menjadi kendala terbesar. Tiupan angin kencang pada siang hari membuat api cepat merambat, sedangkan kabut tebal pada sore hari membatasi jarak pandang sehingga operasi pemadaman, baik melalui jalur darat, drone, maupun helikopter, tidak bisa berlangsung maksimal.

Baca Juga :  Gunung Semeru Ditutup Total Usai Kebakaran di Blok Ranu Kembang

BPBD Jatim juga telah berkoordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan operasi modifikasi cuaca. Namun hingga kini, potensi pertumbuhan awan hujan belum memenuhi syarat sehingga langkah tersebut belum dapat dilakukan.

“Untuk sementara, upaya yang paling memungkinkan adalah water bombing. Namun pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi cuaca. Jika angin terlalu kencang atau kabut terlalu tebal, helikopter tidak dapat beroperasi,” ujar Gatot.

Kebakaran juga berdampak pada sektor pariwisata. Jalur masuk menuju kawasan Bromo dari arah Malang dan Lumajang masih ditutup karena berada di wilayah terdampak kebakaran. Sementara wisatawan yang masuk melalui jalur lain hanya diizinkan beraktivitas hingga kawasan Lautan Pasir.

Hingga kini, tim gabungan masih bersiaga untuk mempercepat pemadaman. Sementara perhitungan kerugian akibat kebakaran masih dilakukan bersama Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). (FRI)