KILASJATIM.COM, Surabaya – Kebun Binatang Surabaya (KBS) dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata edukasi modern yang tidak hanya mengandalkan penjualan tiket masuk. Penguatan konsep experiential tourism dan program membership berbasis kurikulum sekolah dinilai dapat meningkatkan pengalaman pengunjung sekaligus memperkuat kemandirian finansial.
Dosen Creative Tourism Universitas Kristen Petra, Devi Destiani Andilas, S.E., M.M.Par., mengatakan KBS perlu menghadirkan pengalaman yang lebih beragam agar kunjungan wisata tidak terasa monoton. “KBS tidak boleh hanya mengandalkan tiket masuk dan atraksi sederhana. Masih banyak potensi experiential tourism yang bisa dikembangkan agar pengunjung memperoleh pengalaman yang lebih berkesan,” ujar Devi.
Menurut Devi, salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah behind the scene tour, yakni mengajak pengunjung melihat langsung aktivitas pengelolaan satwa, mulai dari pemberian pakan hingga perawatan. Selain itu, program feeding animals dapat dikembangkan menjadi aktivitas edukatif dengan melibatkan pengunjung dalam proses penyusunan nutrisi dan penyiapan pakan satwa.
Ia juga mengusulkan program membership bagi sekolah yang disusun berdasarkan kurikulum. Melalui paket kunjungan tematik beberapa kali dalam setahun, siswa dapat mempelajari materi seperti metamorfosis, rantai makanan, hingga konservasi secara langsung di KBS. “Tim pemasaran KBS perlu menyesuaikan paket kunjungan dengan kurikulum sekolah sehingga setiap kunjungan memiliki tema pembelajaran yang berbeda dan lebih menarik,” kata Devi.
Selain memperkaya pengalaman wisata, Devi menilai KBS dapat mengoptimalkan area yang ada tanpa harus menambah lahan, misalnya melalui penyelenggaraan acara tematik, wisata edukasi musiman, hingga penyewaan area untuk kegiatan perusahaan dan komunitas.
Menurutnya, inovasi berbasis pengalaman tersebut berpeluang menjadikan KBS sebagai destinasi edukasi yang lebih atraktif, berkelanjutan, dan memiliki sumber pendapatan di luar penjualan tiket masuk.(tok)
