KILASJATIM.COM, Situbondo – Kebakaran hutan kembali melanda Taman Nasional Baluran, Jawa Timur, seiring kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut. Hingga Rabu (29/7/2026), luas lahan yang terbakar mencapai 838 hektare dan tersebar di sejumlah resort pengelolaan taman nasional.
Kepala Seksi Bagian Umum Taman Nasional Baluran, Joko Mulyo, mengatakan area yang terbakar didominasi vegetasi kering sehingga api cepat merambat saat muncul titik api.
“Lokasi yang terpantau terjadi kebakaran berada di Resort Pengelolaan Taman Nasional Watunumpuk, Parengan, Labuan Merak, Bekol, dan Bajulmati,” kata Joko, Rabu (29/7/2026).
Joko menjelaskan, kebakaran pertama kali muncul di kawasan utara Baluran. Wilayah tersebut lebih cepat mengalami kekeringan karena terdampak langsung angin timur dari Australia yang bertiup sepanjang musim kemarau.
“Saat angin timur bertiup pada April hingga Oktober, wilayah utara lebih dulu mengalami penurunan kelembapan sehingga vegetasi cepat mengering dan mudah terbakar,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, pengelola Taman Nasional Baluran telah menyiagakan tim khusus pengendalian kebakaran hutan. Petugas melakukan pemantauan secara langsung di lapangan serta melalui kamera CCTV untuk mendeteksi kemunculan titik api.
“Kami melakukan pemantauan langsung dan melalui CCTV. Begitu ada titik api, petugas langsung bergerak ke lokasi,” ujar Joko.
Selain memperkuat pengawasan, pengelola juga mengimbau pengunjung maupun masyarakat di sekitar kawasan konservasi agar tidak menyalakan api, membakar sampah, atau membuang puntung rokok sembarangan selama musim kemarau.
Musim kemarau yang masih berlangsung membuat risiko kebakaran hutan di Taman Nasional Baluran tetap tinggi. Pengelola pun meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah meluasnya kebakaran dan melindungi ekosistem kawasan konservasi tersebut. (cit)
