Hari Anak Nasional di RSDK: Edukasi dan Skrining Stunting Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini

oleh -391 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di RSUD dr. H. Koesnadi (RSDK) Bondowoso berlangsung semarak. Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso itu menggelar edukasi kesehatan serta skrining stunting bagi anak-anak pada Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di area bermain anak lantai 2 Instalasi Rawat Jalan tersebut diikuti anak-anak bersama orang tua dan guru PAUD. Selain menjadi ajang peringatan HAN, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna Adryanto, Sp.P., FISR, mengatakan Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari memastikan setiap anak tumbuh sehat, aman, dan memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas.

“Anak adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya memantau tumbuh kembang anak sejak dini, sekaligus mengenalkan layanan kesehatan anak yang tersedia di RSUD dr. H. Koesnadi,” ujarnya.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah sosialisasi mengenai perlindungan kesehatan anak serta pentingnya pemenuhan gizi, imunisasi, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga deteksi dini gangguan tumbuh kembang.

Peserta juga mendapatkan informasi mengenai berbagai layanan kesehatan anak dan balita yang tersedia di RSDK. Edukasi diberikan agar orang tua mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan putra-putrinya, tidak hanya saat sakit tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan.

Selain edukasi, RSDK menggelar skrining stunting terhadap anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) dari sejumlah PAUD di sekitar rumah sakit.

Baca Juga :  Dukung Generasi Sehat, SPPG Sukowono Salurkan MBG untuk Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui

Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi sejak dini kemungkinan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis maupun infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dengan pemantauan tinggi badan, berat badan, dan indikator pertumbuhan lainnya, tenaga kesehatan dapat memberikan rekomendasi penanganan lebih cepat apabila ditemukan risiko stunting.

Dalam sesi edukasi, dokter spesialis anak dr. Fiqi Isnaini Nurul Hikmah, Sp.A. bersama dr. Adkhiatul Muslihatin, M.Ked.Klin., Sp.A., didampingi perawat Paviliun Melati, memberikan penjelasan mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan anak, pola makan bergizi seimbang, serta deteksi dini berbagai gangguan kesehatan.

Para orang tua juga diberi kesempatan berdiskusi langsung mengenai persoalan kesehatan anak sehingga memperoleh informasi yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dr. Yus, pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, hingga pemerintah.

“Pencegahan stunting harus dilakukan secara berkesinambungan sejak remaja, masa kehamilan, hingga anak berusia lima tahun. Dengan kerja sama semua pihak, kita berharap lahir generasi Bondowoso yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tegasnya.

Melalui rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional ini, RSUD dr. H. Koesnadi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang ramah anak sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat.

Peringatan HAN 2026 pun menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh perlindungan, tumbuh sehat, berkembang optimal, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Dengan kepedulian bersama, cita-cita mewujudkan generasi emas Indonesia dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni menjaga kesehatan anak sejak dini.(wan)