Sidak RSUD Soewandhie, Eri Soroti Antrean, Farmasi, dan IGD

oleh -134 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Eri Sidak RSUD Soewandhie, Evaluasi Antrean hingga Layanan Farmasi. (Foto: Diskominfo Surabaya)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Dr. Mohamad Soewandhie setelah menerima aduan masyarakat melalui hotline Lapor Cak Eri.

Dalam sidak yang dilakukan Senin (13/7) lalu, Eri mengevaluasi sistem antrean pasien, layanan farmasi, hingga kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar pelayanan rumah sakit lebih cepat dan nyaman.

“Setelah menerima aduan melalui hotline terkait pelayanan RSUD Soewandhie, kami langsung melakukan evaluasi,” kata Eri dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penumpukan pasien yang datang terlalu pagi meski telah mendaftar secara online.

Eri mengatakan, ke depan pasien hanya diperbolehkan masuk ke area rumah sakit maksimal 30 menit sebelum jadwal pemeriksaan. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi kepadatan di ruang tunggu.

“Kalau jadwal pemeriksaannya pukul 09.00 WIB, pasien cukup datang mulai pukul 08.30 WIB. Jangan datang terlalu pagi karena justru membuat ruang tunggu penuh,” ujarnya.

Sementara itu, pasien yang belum mendaftar secara daring diminta datang mulai pukul 11.00 WIB. Rumah sakit juga akan menyediakan ruang tunggu khusus agar antrean pasien online dan nononline tidak bercampur.

Eri juga menyoroti lamanya waktu tunggu pengambilan obat di instalasi farmasi. Untuk mempercepat pelayanan, manajemen RSUD Soewandhie diminta menambah petugas.

Selain itu, rumah sakit akan menerapkan standar waktu pelayanan obat.

Obat nonracikan maksimal diserahkan dalam 15 menit.
Obat racikan maksimal 30 menit.

Apabila layanan obat nonracikan melebihi batas waktu, rumah sakit akan memberikan kompensasi sebesar Rp 50 ribu kepada pasien.

“Farmasi akan kami tambah personelnya supaya pelayanan lebih cepat,” kata Eri.

IGD Penuh, Pasien Akan Dirujuk

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah keterbatasan kapasitas ruang IGD. Menurut Eri, jika seluruh tempat tidur telah terisi, pasien akan dirujuk ke rumah sakit lain agar tetap mendapat penanganan medis yang layak.

Baca Juga :  Jelang Musim Hujan, Pemkot Surabaya Tingkatkan Perantingan untuk Minimalisir Pohon Tumbang

Ia menegaskan kebijakan tersebut dilakukan untuk menghindari pasien menunggu di lorong rumah sakit akibat ruang IGD penuh.

Sebagai bentuk transparansi, RSUD Soewandhie juga akan memasang monitor informasi ketersediaan tempat tidur sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi kapasitas rumah sakit secara langsung.

Di akhir sidak, Eri meminta manajemen RSUD Soewandhie segera memperbaiki kualitas pelayanan, termasuk bagi pasien peserta BPJS Kesehatan.

“Jangan sampai saya sidak lagi. Warga Surabaya, termasuk pengguna BPJS, harus mendapatkan pelayanan yang cepat dan baik,” tegasnya.

Eri juga mengapresiasi warga yang aktif menyampaikan keluhan melalui kanal Lapor Cak Eri. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat perbaikan pelayanan publik di rumah sakit milik Pemkot Surabaya. (cit)