KILASJATIM.COM, Surabaya – Upaya meningkatkan pemahaman politik di kalangan generasi muda dilakukan melalui kunjungan Komunitas Gelora Juang Surabaya ke Gedung DPRD Surabaya. Dalam kunjungan tersebut, para peserta berdialog langsung dengan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono, mengenai peran legislatif, proses pembentukan kebijakan, hingga pentingnya keterlibatan anak muda dalam demokrasi.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para peserta yang didominasi anak muda mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari proses menjadi anggota DPRD, fungsi partai politik, hingga tantangan yang dihadapi seorang wakil rakyat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Budi Leksono, yang akrab disapa Buleks, mengatakan DPRD merupakan lembaga yang terbuka bagi masyarakat. Menurut dia, generasi muda perlu diberikan kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana proses pengambilan kebijakan berlangsung.
“Di dalam gedung dewan ini kita terbuka. Tidak ada yang ditutupi. Teman-teman tadi sangat antusias mengikuti pembekalan. Kami menyampaikan tentang kinerja, karya-karya dewan, termasuk perda yang telah dihasilkan. Mereka juga banyak bertanya bagaimana caranya bisa menjadi anggota dewan, bagaimana masuk organisasi, masuk partai politik, sampai kriteria seorang pemimpin,” ujar Buleks, Selasa, 14/7/2026
Ia menilai keterbukaan tersebut penting untuk menghilangkan stigma negatif terhadap lembaga legislatif. Menurutnya, setiap keputusan yang diambil DPRD lahir melalui pertimbangan berbagai kepentingan sehingga tidak dapat dinilai hanya dari satu sudut pandang.
“Masyarakat sering melihat ketika ada hearing atau diskusi antara investor dengan rakyat. Tinggal dari sudut pandang mana melihatnya. Padahal dewan harus memberikan wawasan dalam mengambil kebijakan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Tidak semua dewan itu selalu buruk,” katanya.
Buleks juga mengapresiasi lahirnya Komunitas Gelora Juang sebagai ruang belajar politik bagi generasi muda. Ia berharap komunitas tersebut terus berkembang dengan menyebarkan edukasi mengenai demokrasi, pemerintahan, dan kebijakan publik.
“Anak-anak muda harus diberi motivasi dan edukasi supaya memahami bagaimana kebijakan publik dibuat serta bagaimana menyeimbangkan kepentingan masyarakat dan investasi,” ucapnya.
Sementara itu, Pendiri Komunitas Gelora Juang, Sultan W. Rabbani atau Dhani, mengatakan komunitas tersebut dibentuk dari keinginan sejumlah anak muda untuk belajar politik secara langsung melalui dialog dengan para pemangku kebijakan.
Menurut Dhani, pendidikan politik tidak cukup hanya dipahami melalui teori, tetapi juga perlu dipelajari dari praktik di lapangan agar generasi muda memahami cara memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Sebagai generasi muda, kita harus berperan, bukan hanya baperan,” katanya.
Ia berharap Gelora Juang dapat menjadi wadah pembelajaran politik yang sehat bagi anak muda Surabaya sekaligus mendorong mereka lebih berani berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.(Den/Friz)
