KILASJATIM.COM, Bangkalan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin melepas Karnaval Budaya dalam rangka Upacara Pembukaan Bakti TNI untuk Negeri di Alun-Alun Kabupaten Bangkalan. Kegiatan tersebut menjadi simbol kemanunggalan TNI dan rakyat sekaligus upaya memperkuat persatuan, gotong royong, serta pelestarian budaya lokal Madura.
Prosesi pelepasan karnaval ditandai dengan pengibaran bendera di depan Kodim 0829/Bangkalan. Setelah itu, iring-iringan peserta bergerak mengelilingi kawasan Alun-Alun Bangkalan dan disambut antusias ribuan warga yang memadati sepanjang rute.
Suasana kian semarak dengan penampilan musik ul-daul, kesenian tradisional khas Madura yang dikenal sebagai simbol kebersamaan masyarakat. Alunan musik tersebut menjadi salah satu daya tarik utama yang menghidupkan suasana sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.
Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah bersama Pangdam V/Brawijaya juga menaiki kereta hias bertema Singo Barong yang menjadi ikon dalam Karnaval Budaya Bakti TNI untuk Negeri tahun ini.
Sebanyak 13 kelompok karnaval turut memeriahkan kegiatan tersebut. Para peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas sepeda antik, kelompok seni budaya, hingga pelaku seni musik tradisional ul-daul. Beragam atraksi dan kreativitas yang ditampilkan berhasil menarik perhatian masyarakat dan menghadirkan suasana penuh kegembiraan.
Khofifah mengapresiasi antusiasme seluruh peserta dan masyarakat yang ikut menyukseskan penyelenggaraan karnaval. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan serta memperkenalkan budaya lokal Madura kepada masyarakat yang lebih luas.
“Alhamdulillah, semangat seluruh peserta luar biasa. Karnaval ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah, sekaligus menyemarakkan pelaksanaan Karya Bakti TNI AD di Wilayah Madura Tahun 2026,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).
Ia menegaskan, Karnaval Budaya Bakti TNI untuk Negeri mencerminkan semangat pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjadi momentum penting dalam melestarikan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.
“Kegiatan ini tidak hanya simbol pengabdian, lebih dari itu, ini juga menjadi bagian pelestarian budaya lokal. Karnaval diisi berbagai penampilan yang spesial dan penuh kreativitas dari ribuan warga,” katanya.
Khofifah menambahkan, keterlibatan pelajar, komunitas, seniman, hingga masyarakat umum menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan nilai sosial, budaya, gotong royong, dan persatuan.
Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat terus terjaga guna mendukung pembangunan yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan.
“Kehadiran masyarakat yang begitu antusias menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini mampu menjadi perekat persatuan. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi energi positif dalam mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.




