Unair Siapkan RSUD Blambangan dan RSUD Genteng Jadi Rumah Sakit Jejaring PPDS

oleh -538 Dilihat

KILASJATIM.COM, Banyuwuwangi – Universitas Airlangga (Unair) terus memperkuat pengembangan pendidikan kedokteran di Banyuwangi dengan menyiapkan RSUD Blambangan dan RSUD Genteng sebagai rumah sakit jejaring Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS). Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Unair dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (4/7/2026).

Penandatanganan kerja sama dihadiri Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Direktur RSUD Blambangan, serta Direktur RSUD Genteng. Kesepakatan ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan kedokteran setelah kedua rumah sakit ditetapkan sebagai wahana pendidikan bagi mahasiswa profesi dokter Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi.

Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan kebutuhan layanan spesialis di Banyuwangi. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan program PPDS yang akan dikembangkan di kedua rumah sakit.

“Kami sedang mengidentifikasi jenis PPDS yang paling sesuai dengan kebutuhan Banyuwangi. Kami melihat dulu pola penyakit yang banyak ditangani rumah sakit sehingga program yang dibuka benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” kata Madyan.

Menurutnya, sejumlah layanan spesialis yang berpotensi dikembangkan antara lain penyakit dalam, onkologi, radiologi, hingga layanan pendukung kemoterapi. Kajian juga mempertimbangkan kesiapan fasilitas rumah sakit serta ketersediaan tenaga pendidik spesialis dari Fakultas Kedokteran Unair.

“Kami mendapat informasi bahwa kasus kanker cukup banyak ditangani di Banyuwangi. Karena itu kebutuhan layanan terkait hal tersebut menjadi bagian yang sedang kami pelajari,” ujarnya.

Madyan menjelaskan, pengembangan pendidikan kedokteran di Banyuwangi merupakan kelanjutan komitmen Unair sejak membuka kampus di daerah tersebut sekitar 15 tahun lalu. Saat ini, Program Studi Kedokteran FIKKIA Unair Banyuwangi terus berkembang dengan jumlah peminat yang meningkat setiap tahunnya.

Baca Juga :  PMI Bersama Pemkab Banyuwangi, Bedah Rumah Warga dengan Metode Anti Gempa, Perlindungan bagi Keluarga

Dalam tiga tahun terakhir, animo calon mahasiswa terhadap Fakultas Kedokteran FIKKIA Banyuwangi juga mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, mahasiswa yang mendaftar berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.

Selain memperkuat kualitas pendidikan dokter spesialis, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme pelayanan rumah sakit dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien.

“Kami sangat menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran rumah sakit sebagai wahana pendidikan kedokteran spesialis. Ini akan menguntungkan bagi pembangunan sektor kesehatan di Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Melalui kerja sama ini, Unair dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap mampu membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang semakin kuat sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui kehadiran rumah sakit jejaring pendidikan dokter spesialis yang sesuai dengan kebutuhan daerah.(zul)

No More Posts Available.

No more pages to load.