PGN Perkuat Implementasi Keselamatan Migas, Dukung Keandalan Infrastruktur Gas Bumi Nasional

oleh -560 Dilihat

KILASJATIM.COM – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi keselamatan migas sebagai fondasi utama menjaga keandalan infrastruktur gas bumi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Audiensi Umum dengan Pembina Sektor Keselamatan Hilir Migas di Lingkungan Subholding Gas PGN yang digelar di Kantor Pusat PGN, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Joko Hadi Wibowo, selaku Pembina Sektor Keselamatan pada kegiatan usaha migas.

Dalam kesempatan tersebut, Joko memaparkan arah kebijakan pemerintah terkait penguatan regulasi serta implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Audiensi turut dihadiri jajaran Direksi PGN, yakni Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Mirza Mahendra, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Hery Murahmanta, Direktur Manajemen Risiko Eri Surya Kelana, Direktur Komersial Aldiansyah Idham, beserta pimpinan dan perwakilan entitas di lingkungan Subholding Gas yang bertindak sebagai Kepala Teknik maupun Wakil Kepala Teknik.

Keselamatan Jadi Fondasi Ketahanan Energi

Dalam paparannya, Joko Hadi Wibowo menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung target swasembada energi nasional. Menurutnya, implementasi SMKM secara konsisten, penguatan budaya keselamatan, pencapaian Zero Unplanned Shutdown, serta peningkatan keandalan instalasi merupakan faktor penting untuk menjaga pasokan energi nasional tetap aman, andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

“Keselamatan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan kegiatan usaha migas. Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) yang konsisten serta penguatan budaya keselamatan menjadi kunci untuk melindungi pekerja, masyarakat, dan lingkungan, sekaligus menjaga keandalan instalasi serta keberlangsungan pasokan energi nasional. Sinergi antara regulator dan badan usaha perlu terus diperkuat agar budaya keselamatan menjadi bagian yang melekat dalam setiap aktivitas operasional,” ujar Joko.

Baca Juga :  Subholding Gas Pertamina Tambah 75 Pelanggan Baru di Sektor Retail dan Industri

HSSE Menjadi Budaya Kerja PGN

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, mengatakan bahwa sebagai Subholding Gas yang mengelola jaringan infrastruktur gas bumi terbesar di Indonesia, aspek keselamatan menjadi nilai utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.

“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam menjalankan operasional Subholding Gas. Implementasi HSSE tidak hanya menjadi kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi budaya kerja yang terus kami perkuat agar seluruh infrastruktur gas bumi dapat beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan dalam melayani kebutuhan energi nasional,” kata Mirza.

Saat ini, PGN mengoperasikan infrastruktur gas bumi yang tersebar di 18 provinsi dan melayani berbagai segmen pelanggan melalui jaringan pipa maupun layanan beyond pipeline.

Untuk menjaga keandalan tersebut, PGN menerapkan sistem Health, Safety, Security and Environment (HSSE) secara menyeluruh pada seluruh rantai bisnis, mulai dari pengelolaan pasokan, transmisi, distribusi, LNG, CNG hingga pengolahan gas bumi.

Perkuat Budaya Keselamatan

Penguatan implementasi HSSE dilakukan melalui berbagai program, antara lain penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM), Management Walkthrough (MWT), CEO Safety Talk, Management on Duty (MoD), peningkatan kompetensi pekerja, penguatan budaya keselamatan, hingga evaluasi berkala terhadap keandalan aset dan instalasi.

Seluruh program tersebut bertujuan menjaga keselamatan pekerja, masyarakat, instalasi, dan lingkungan, sekaligus memastikan kontinuitas pasokan energi nasional.

Catat 484 Juta Safe Man Hours

Komitmen PGN terhadap keselamatan kerja juga tercermin dari capaian kinerja HSSE yang terus menunjukkan tren positif.

Hingga Mei 2026, Subholding Gas PGN berhasil membukukan lebih dari 484 juta Safe Man Hours, melaksanakan 48 Management Walkthrough (MWT) dan 23 Management on Duty (MoD).

Selain itu, PGN juga meraih berbagai penghargaan di bidang keselamatan migas, di antaranya 15 penghargaan Patra Nirbhaya dan 5 Patra Karya Raksa.

Baca Juga :  Pertama Kali Digelar, Festival Cap Go Meh di Kya-Kya Menguatkan Surabaya Kota Toleransi

Di bidang pengelolaan lingkungan, sejumlah entitas Subholding Gas juga berhasil memperoleh 4 PROPER Emas dan 5 PROPER Hijau, sebagai bentuk pengakuan atas kinerja perusahaan dalam aspek keselamatan dan pengelolaan lingkungan.

Melalui audiensi tersebut, PGN turut memperkuat sinergi dengan Direktorat Jenderal Migas dalam mengimplementasikan berbagai regulasi keselamatan migas, termasuk peningkatan budaya keselamatan, kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan risiko, inspeksi keselamatan, hingga peningkatan keandalan instalasi sesuai ketentuan yang berlaku.

PGN meyakini bahwa budaya keselamatan yang kuat merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan operasional perusahaan sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.

Ke depan, PGN berkomitmen terus memperkuat implementasi HSSE secara konsisten melalui kolaborasi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan agar operasional perusahaan berjalan aman, andal, efisien, serta mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional. (NFU)

No More Posts Available.

No more pages to load.