KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memprioritaskan usulan formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2026 untuk mengisi kebutuhan jabatan teknis yang hingga kini masih kekurangan sumber daya manusia (SDM). Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun tahun ini.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur Indah Wahyuni mengatakan kebutuhan terbesar Pemprov Jatim saat ini berada pada jabatan teknis yang membutuhkan kompetensi khusus di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
“Di tingkat Pemerintah Provinsi, kebutuhan terbesar memang berada pada jabatan-jabatan teknis,” kata Indah, Kamis (2/7/2026).
Salah satu kebutuhan mendesak berada di lingkungan Dinas Sosial. Pemprov Jatim masih membutuhkan tenaga yang memiliki keahlian merawat lansia maupun anak-anak di panti sosial.
Menurut Indah, pekerjaan tersebut memerlukan kompetensi khusus karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada kelompok rentan.
Selain itu, kebutuhan tenaga teknis juga terdapat di sektor infrastruktur, khususnya di lingkungan PU Bina Marga. Pemprov Jatim membutuhkan tenaga laboratorium yang mampu melakukan pengujian kualitas konstruksi jalan, termasuk memastikan ketebalan aspal sesuai standar.
“Kebutuhan ini penting untuk mendukung kualitas pembangunan dan pemeliharaan jalan, terutama menghadapi tingginya kendaraan yang melebihi kapasitas muatan,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, kebutuhan guru juga tetap menjadi perhatian. Namun, jumlah formasi yang diajukan akan disesuaikan dengan hasil pemetaan kebutuhan di masing-masing perangkat daerah.
“Untuk guru juga sama. Semuanya akan kami hitung secara berimbang sesuai kebutuhan,” katanya.
Indah menambahkan, usulan formasi CASN 2026 saat ini masih menunggu persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Seluruh kebutuhan telah diajukan dan masih dalam tahap evaluasi.
Ia mengungkapkan jumlah formasi yang diusulkan lebih kecil dibandingkan jumlah ASN yang akan memasuki masa purna tugas pada 2026. Tercatat sekitar 2.100 pegawai di lingkungan Pemprov Jatim akan pensiun sepanjang tahun ini.
“Kalau sudah ada persetujuan dari Kementerian PANRB, nanti akan kami sampaikan,” pungkasnya.(FRI)




