Jelang Muktamar NU 2026, Kurjum Dorong Fokus pada Kepemimpinan, Ekonomi, dan Pendidikan

oleh -260 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Kurjum Dorong Muktamar NU Fokus Kepemimpinan dan Ekonomi Keumatan. (Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, mantan Wakil Ketua LPTNU Jawa Timur Prof. Dr. H. Mohammad Kurjum, M.Ag., mengajak warga Nahdliyin menjadikan forum tertinggi organisasi itu sebagai momentum menyusun arah masa depan NU, bukan sekadar memilih ketua umum.

Kurjum, yang juga menjadi salah satu kandidat Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, menyampaikan pandangannya melalui tulisan berjudul Pseudo-Asketik dalam Konteks Pra-Muktamar NU 2026.

Menurutnya, NU membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas, kedalaman ilmu, serta mampu menjaga tradisi keilmuan dan persatuan warga Nahdliyin.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar figur yang populer, tetapi pemimpin yang mampu menjaga marwah organisasi, memperkuat tradisi keilmuan, dan memberikan keteladanan dalam pengabdian,” tulis Kurjum dalam keterangannya.

Selain kepemimpinan, Kurjum menilai pemberdayaan ekonomi warga NU perlu menjadi salah satu agenda utama Muktamar. Ia menilai organisasi memiliki potensi besar membangun kemandirian ekonomi melalui penguatan koperasi, pengembangan usaha mikro, pesantren produktif, hingga jaringan ekonomi berbasis komunitas.

Menurutnya, kesejahteraan warga Nahdliyin harus menjadi bagian dari strategi besar organisasi agar NU semakin kuat, tidak hanya dalam bidang sosial dan keagamaan, tetapi juga dari sisi ekonomi.

Kurjum juga menyoroti pentingnya memperkuat pendidikan Ma’arif. Ia menilai lembaga pendidikan di bawah naungan NU harus terus meningkatkan kualitas agar mampu melahirkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

“Pendidikan Ma’arif merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Nahdliyin,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap dinamika menjelang Muktamar tidak hanya diwarnai pembahasan mengenai figur calon ketua umum atau peta dukungan politik. Menurutnya, forum tersebut semestinya lebih banyak membahas isu strategis, mulai dari kaderisasi ulama, penguatan pesantren, peningkatan kualitas kepemimpinan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Baca Juga :  KPK Sadap Bupati Sidoarjo Tanpa Izin Dewas  

Kurjum meyakini Muktamar NU 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran NU sebagai organisasi yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga fungsinya sebagai kekuatan moral, keilmuan, dan pemberdayaan masyarakat.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.