KILASJATIM.COM, Bondowoso – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menilai penguatan konsolidasi internal Nahdlatul Ulama menjadi kebutuhan mendesak di tengah melonjaknya jumlah masyarakat yang menyatakan diri sebagai Nahdliyin.
Hal itu disampaikan Gus Yahya saat menghadiri Silaturahmi Akbar dan Doa Bersama Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang digelar di Aula Graha NU, Kecamatan Bondowoso, Jawa Timur, Minggu (1/2/2026) malam.
Kehadiran orang nomor satu di PBNU tersebut didampingi Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni. Acara ini diikuti ratusan pengurus NU dari berbagai level kepengurusan, mulai pengurus cabang, majelis wakil cabang, ranting, hingga badan otonom NU.
Dalam paparannya, Gus Yahya mengungkapkan hasil survei yang menunjukkan peningkatan signifikan warga Indonesia yang mengidentifikasi diri sebagai NU. Ia menyebutkan, pada 2005 jumlah warga yang mengaku NU berada di kisaran 27 persen, sementara pada Pemilu 1955 pemilih NU tercatat sekitar 18 persen.
“Pada 2023, angka itu melonjak tajam hingga mencapai 56,9 persen,” jelasnya.
Menurut Gus Yahya, besarnya jumlah warga yang mengaku NU tidak otomatis mencerminkan kuatnya pemahaman terhadap nilai dan jati diri organisasi. Tanpa penguatan konsolidasi, NU berpotensi kehilangan arah di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
“Ini perlu kita sikapi secara serius. Kita harus memahami bagaimana mereka mengenal NU dan memaknai ke-NU-an itu sendiri,” ujarnya.
Menjawab tantangan tersebut, PBNU saat ini tengah membenahi tata kelola organisasi melalui penyusunan aturan, prosedur, dan mekanisme kerja yang lebih rinci agar manajemen organisasi berjalan profesional dan objektif.
Tak hanya di sisi struktural, PBNU juga mendorong peningkatan kualitas kader lewat berbagai program penguatan kapasitas. Tujuannya agar kader NU memahami secara utuh nilai, prinsip, serta identitas Nahdlatul Ulama.
“Supaya kader benar-benar paham, NU itu apa dan ke mana arah perjuangannya,” tegas Gus Yahya.
Seiring dengan itu, PBNU juga melakukan transformasi digital dengan mengembangkan platform Digdaya sebagai bagian dari modernisasi sistem organisasi NU.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni menegaskan bahwa momentum satu abad NU harus dijadikan sarana mempererat persatuan warga Nahdliyin.
“Dengan persatuan yang kuat, jamaah NU akan semakin solid dan kebermanfaatannya bagi umat dan bangsa semakin nyata,” ujarnya.
Di akhir acara, Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengajak seluruh warga NU memperbanyak doa, terlebih kegiatan ini bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban.
Ia mengingatkan bahwa NU memiliki peran strategis sebagai penopang utama bangsa.
“Doakan Indonesia dan NU. NU adalah fondasi bangsa ini, maka harus terus kita jaga dan kuatkan,” tandasnya.(wan)




