BPBD Bondowoso Siapkan Solusi Permanen Hadapi Krisis Air Bersih, Dropping Lanjutan Dimulai Pekan Depan

oleh -467 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mulai mengantisipasi potensi krisis air bersih yang diperkirakan terjadi pada puncak musim kemarau, yakni Agustus hingga September 2026. Selain tetap menyalurkan bantuan air bersih ke daerah terdampak, BPBD juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap tahun.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan langkah darurat melalui dropping air bersih tetap menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, di sisi lain pemerintah daerah juga mulai merancang solusi jangka panjang sesuai arahan Bupati Bondowoso.

“Antara Agustus hingga September kami tetap akan melaksanakan dropping air bersih. Namun bersamaan dengan itu, kami juga mempersiapkan penanganan permanen. Ini menjadi arahan Bapak Bupati, karena setiap tahun kami selalu melakukan penanganan darurat,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, BPBD telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan. Hasilnya, terdapat sembilan kecamatan, 12 desa, dan 20 dusun yang diusulkan menjadi prioritas penanganan. Salah satu kawasan yang masuk kategori paling rawan adalah Dusun Sumber Biru.

Menurut Kristianto, penanganan bencana kekeringan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Karena itu, BPBD menerapkan pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

Sebagai bentuk nyata kolaborasi tersebut, BPBD akan kembali melaksanakan dropping air bersih lanjutan mulai Senin pekan depan dengan dukungan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) dan sejumlah lembaga mitra.

Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) akan mendistribusikan bantuan ke dua desa dengan total empat rit atau sekitar 20.000 liter air bersih. Bank Jatim juga menyalurkan bantuan untuk dua desa melalui empat rit atau 20.000 liter air bersih. Sementara Baznas Kabupaten Bondowoso akan menjangkau tujuh desa dengan 14 rit pengiriman atau sekitar 70.000 liter air bersih.

Baca Juga :  Pertamina Bantu Dapur Umum Korban Banjir Bondowoso, Kirim BBM dan LPG

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dengan kolaborasi seluruh unsur pentahelix, kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau, sekaligus mendorong terwujudnya solusi permanen bagi wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan,” pungkas Kristianto.

Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat, BPBD Bondowoso optimistis penanganan kekeringan tidak lagi hanya bersifat darurat, tetapi juga mampu menghadirkan solusi jangka panjang bagi masyarakat di daerah rawan krisis air bersih.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.