Emil Sesalkan Perusakan Grahadi, Polisi Amankan Belasan Pendemo

oleh -622 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Massa melakukan perusakan pagar sementara Gedung Grahadi sebelum dibubarkan paksa oleh Polisi. (Foto: Ist)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau kerusakan pagar sisi timur Gedung Negara Grahadi, Surabaya, usai aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSekarat yang berujung ricuh, Jumat (26/6/2026) malam. Di sisi lain, polisi mengamankan belasan peserta aksi yang diduga terlibat dalam kericuhan saat pembubaran massa.

Emil datang bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono untuk melihat langsung pagar berbahan baja ringan yang rusak. Saat aksi berlangsung, sejumlah massa melepaskan bagian pagar dan melemparkannya ke dalam area Grahadi.

Menurut Emil, tindakan tersebut sudah melampaui batas penyampaian aspirasi dan mengancam keamanan.

“Ancaman keamanan ya, karena tindakan yang dilakukan sebagian orang bukan lagi fokus menyuarakan aspirasi, tetapi fokus pada bagaimana caranya merusak,” kata Emil.

Meski begitu, Emil menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap terbuka menerima kritik dan aspirasi masyarakat.

“Suara dan aspirasi masyarakat harus diterima. Apa pun aspirasinya, pemerintah harus selalu memasang telinga terbuka,” ujarnya.

Ia menyayangkan material pagar yang seharusnya menjadi bagian konstruksi justru digunakan sebagai benda untuk dilemparkan saat aksi berlangsung. Menurutnya, pemerintah telah membuka ruang dialog agar aspirasi dapat disampaikan tanpa menimbulkan kerusakan.

“Kami menawarkan diri untuk berdialog, tetapi yang terjadi justru tindakan yang membahayakan keamanan, termasuk bagi para petugas yang bertugas di lapangan,” katanya.

Mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Emil juga mengapresiasi pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian.

“Kami mengapresiasi seluruh jajaran keamanan atas tindakan pengamanan yang kami anggap efektif, tetapi tetap humanis,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Lutfi Sulistiawan menyampaikan polisi mengamankan belasan peserta aksi saat pembubaran demonstrasi. Mereka diamankan untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan keterlibatan dalam kericuhan dan perusakan fasilitas umum.

Baca Juga :  Perang Sarung di Surabaya Digagalkan, 16 Remaja Diciduk

Menurut Lutfi, tindakan tersebut dilakukan setelah aparat berulang kali mengimbau massa agar membubarkan diri secara tertib. Namun, sebagian peserta aksi disebut masih bertahan sehingga situasi sempat memanas.

Polisi, lanjutnya, masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan. Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam aksi tersebut.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.