Surabaya Beralih ke Parkir Digital, Karcis Fisik Dihentikan

oleh -185 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor

KILASJATIM.COM, Surabaya – Karcis parkir fisik resmi dihentikan peredarannya di Surabaya. Mulai Juni 2026, seluruh transaksi parkir dialihkan ke sistem digital melalui QRIS, kartu elektronik, maupun voucher parkir sebagai upaya memperkuat pengawasan retribusi dan menutup celah kebocoran pendapatan daerah.

Kebijakan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Trio Wahyu Bowo di Kantor Dinas Perhubungan Surabaya, Kamis (25/6/2026).

Menurut Trio, penghentian karcis fisik dilakukan setelah program digitalisasi parkir berjalan selama enam bulan. Dengan sistem baru tersebut, setiap transaksi parkir diharapkan dapat tercatat secara lebih akurat sehingga memudahkan pengawasan dan meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi.

“Kami tidak lagi mengedarkan karcis parkir. Seluruh transaksi akan menggunakan sistem digital,” kata Trio.

Ia menjelaskan, karcis yang masih ditemukan di lapangan merupakan sisa stok lama yang beredar sebelum kebijakan tersebut diterapkan. Namun, mulai saat ini tidak ada lagi distribusi karcis baru kepada juru parkir.

Sebagai pengganti karcis fisik, masyarakat dapat melakukan pembayaran parkir menggunakan QRIS, kartu elektronik, maupun voucher parkir. Berbagai pilihan tersebut disiapkan untuk memudahkan transaksi sekaligus memastikan seluruh pembayaran tercatat dalam sistem.

Untuk mendukung penerapan kebijakan itu, Dishub juga menyiapkan jaringan distribusi voucher parkir melalui sejumlah toko modern. Sebanyak 17 toko modern telah ditunjuk sebagai lokasi penyedia voucher sehingga masyarakat dapat memperoleh alternatif pembayaran dengan lebih mudah.

Penghentian karcis fisik diharapkan tidak hanya mendorong digitalisasi layanan perparkiran, tetapi juga memperkuat tata kelola retribusi parkir yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan pencatatan transaksi yang lebih terukur, potensi kecurangan maupun kebocoran pendapatan dari sektor parkir diharapkan dapat ditekan sehingga kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi lebih optimal. (cit) 

No More Posts Available.

No more pages to load.