Sensus Ekonomi Jatim Capai 10 Persen, Khofifah Minta Warga Mendukung

oleh -255 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Khofifah Ikut Pendataan Sensus Ekonomi, BPS Jatim Capai 10 Persen. (Foto: humas Pemprov Jatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur di kediamannya di Surabaya, Rabu (24/6/2026) malam. Melalui kesempatan itu, Khofifah mengajak masyarakat berpartisipasi aktif agar data yang dihimpun akurat dan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Pendataan tersebut dipantau langsung Plt Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati. Khofifah menjalani proses wawancara sesuai mekanisme yang diterapkan dalam Sensus Ekonomi 2026.

Menurut Khofifah, sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali itu memiliki peran penting dalam memotret kondisi riil perekonomian masyarakat. Hasilnya akan menjadi dasar perencanaan hingga evaluasi berbagai program pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.

“Data yang valid dan akurat menjadi kunci untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Khofifah.

Ia juga meminta masyarakat memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus. Partisipasi publik, menurutnya, akan menentukan kualitas data yang digunakan pemerintah dalam menyusun berbagai program, termasuk bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Khofifah menilai data yang akurat dapat membantu meminimalkan kesalahan penyaluran bantuan atau inclusion error maupun exclusion error yang selama ini kerap menjadi persoalan dalam program sosial pemerintah.

Sensus Ekonomi 2026 sendiri berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 melalui metode door to door. Pendataan menyasar seluruh aktivitas usaha nonpertanian untuk memetakan struktur dan perkembangan ekonomi nasional.

Sementara itu, Plt Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati mengatakan hingga saat ini sekitar 10 persen target pendataan di Jawa Timur telah berhasil diselesaikan. Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS menerjunkan 41.538 petugas yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Baca Juga :  Sukses Kelola Sampah Secara Mandiri, Selecta jadi Tempat Wisata Bebas Sampah Pertama di Indonesia

Jumlah petugas terbanyak berada di Kabupaten Malang, sedangkan di Surabaya terdapat 1.980 petugas yang bertugas melakukan pendataan.

Herum optimistis seluruh target pendataan dapat diselesaikan sesuai jadwal pada akhir Agustus 2026. Menurutnya, keberhasilan sensus sangat bergantung pada dukungan masyarakat dalam memberikan data yang jujur dan lengkap kepada petugas di lapangan.

“Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi yang ada,” katanya.

Dengan capaian 10 persen pada dua pekan pertama pelaksanaan, BPS Jawa Timur menargetkan seluruh proses pendataan rampung hingga akhir Agustus sehingga dapat menghasilkan potret terkini perekonomian daerah yang lebih akurat dan komprehensif.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.