Dosen Ubaya Masuk 5% Peneliti Terbaik Dunia

oleh -164 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Prestasi membanggakan diraih Universitas Surabaya (Ubaya). Prof. Putu Doddy Sutrisna, Ph.D., dosen Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Ubaya, masuk dalam daftar 5 persen peneliti terbaik dunia versi Scirank Global Registry 2025.

Guru Besar Bidang Teknik Kimia sekaligus Kepala Laboratorium Satuan Operasi dan Teknologi Proses Kimia Ubaya tersebut dikenal melalui kiprahnya di bidang teknologi membran (membrane technology), yakni teknologi penyaringan dan pemisahan senyawa gas maupun cair yang telah menghasilkan ratusan publikasi ilmiah terindeks internasional. “Saya harus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah penelitian. Semakin banyak penelitian yang saya lakukan, keinginan untuk meraih gelar akademik yang lebih tinggi juga semakin kuat,” ujar Prof. Putu.

Salah satu inovasi yang dikembangkannya adalah teknik sintesis membran berbahan polimer untuk pemisahan gas dan cairan. Teknologi ini dinilai lebih elastis, tipis, tidak mudah pecah, serta mampu memilah molekul berdasarkan ukuran secara lebih efektif.

Saat ini, Prof. Putu meneliti pemanfaatan teknologi membran untuk mengurangi emisi gas rumah kaca penyebab perubahan iklim. Ia juga aktif mendampingi industri dalam penerapan teknologi penyaringan dan pemurnian limbah, serta mengembangkan riset penyaringan mikroplastik dan nanoplastik yang berdampak pada kualitas lingkungan.

Meski telah masuk jajaran peneliti terbaik dunia, Prof. Putu menilai tantangan terbesar riset di Indonesia masih terletak pada hilirisasi hasil penelitian. “Masih belum banyak hasil penelitian yang berhasil dihilirisasi di Indonesia. Padahal, apabila ada sinergi yang baik, capaian riset dari perguruan tinggi dapat dimanfaatkan oleh industri melalui dukungan yang maksimal dari pemerintah,” tegas Prof. Putu.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa peneliti dari perguruan tinggi swasta Indonesia mampu bersaing di tingkat global sekaligus mendorong pentingnya kolaborasi antara kampus, industri, dan pemerintah untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset bagi masyarakat.(tok)