Forum Global di Bali, Unusa Dorong Pengembangan Wisata Kesehatan

oleh -325 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menorehkan kiprah di level global. Melalui keanggotaannya dalam World University Association of Community Development (WUACD), Unusa dipercaya menjadi co-host International Community Development Program (ICDP) 2026 bertema: Health Tourism Community Empowerment: Strengthening Global Academic Health Tourism Networks di Bali pada 22–23 Juni 2026.

Konferensi internasional ini mempertemukan akademisi, praktisi, industri, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas pengembangan wisata kesehatan (health tourism) yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Sejumlah isu strategis yang diangkat meliputi layanan kesehatan internasional, telemedicine, transformasi digital kesehatan, wellness tourism, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga pemberdayaan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Universitas Airlangga bertindak sebagai host utama, sementara Unusa berperan sebagai co-host yang turut mendukung pengembangan substansi akademik dan pelaksanaan konferensi. Empat dosen Unusa dijadwalkan menjadi narasumber, yakni Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K), Prof. Dr. Mohamad Yusak Anshori, Dr. Pandam Nurwulan, dan dr. Merryana Adriani.

Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., IPU., A.Eng., mengatakan keterlibatan Unusa dalam forum internasional tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring global sekaligus memperkuat kontribusi akademik dalam menjawab tantangan kesehatan dunia. “Partisipasi Unusa dalam konferensi ini menunjukkan komitmen kami untuk terlibat aktif dalam kolaborasi internasional yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui forum ini, kami tidak hanya berbagi keilmuan dan pengalaman, tetapi juga berkontribusi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan secara luas di tingkat global,” terang Prof. Tri Yogi.

Wakil Rektor III Unusa, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., DVM., menambahkan bahwa keanggotaan Unusa dalam WUACD membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai perguruan tinggi dunia. “Konferensi ini menjadi salah satu wujud nyata bagaimana kerja sama internasional dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat global,” kata Prof. Bambang.

Baca Juga :  Mahasiswa HI UNEJ Juara 3 Nasional Essay UNAIR: Revenge Porn Era Digital

Selain menjadi forum pertukaran gagasan, ICDP 2026 juga menargetkan lahirnya policy brief yang dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri dalam mengembangkan sektor health tourism. Keterlibatan Unusa diharapkan semakin memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.