Nataru 2026, Pelabuhan Jangkar Disiapkan untuk Alihkan Truk dari Ketapang

oleh -11 Dilihat
Oleh
Redaksi
Reporter
Ilustrasi (Foto: dok kilasjatim.com)

KILASJATIM.COM, Situbondo – Pelabuhan Jangkar di Kabupaten Situbondo disiapkan menjadi jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Salah satu skema yang disiapkan adalah mengalihkan truk golongan V dan VI ke lintasan Jangkar-Celukan Bawang.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, fasilitas Pelabuhan Jangkar telah disiapkan untuk mendukung angkutan Nataru. ASDP juga mulai menyiapkan koordinasi operasional dengan pihak terkait.

“Intinya kami siap untuk melakukan persiapan angkutan Natal,” katanya pada wartawan yang dikutip, Selasa (3/11/2026).

Namun, tidak semua jenis truk bisa dialihkan melalui Pelabuhan Jangkar. Skema tersebut diprioritaskan untuk kendaraan golongan V dan VI atau truk berukuran kecil hingga sedang.

Sementara truk golongan VII, VIII, dan IX dinilai belum memungkinkan menggunakan lintasan tersebut. Keterbatasan kapasitas dermaga dan kapal menjadi salah satu kendalanya.

“Kalau golongan VII, VIII, dan IX pasti enggak mungkin di Jangkar, karena dermaga dan kapalnya tidak memungkinkan untuk kendaraan sebesar itu,” jelasnya.

Selain kapasitas kapal, akses jalan setelah kendaraan turun di Pelabuhan Celukan Bawang, Bali, juga menjadi pertimbangan. Jarak tempuh dan kondisi jalur dinilai kurang mendukung bagi kendaraan angkutan barang berukuran besar.

Meski fasilitas pelabuhan telah disiapkan, rencana pengalihan kendaraan masih menunggu pengaturan pemerintah pusat. Ketentuan tersebut nantinya dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yakni Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, dan Kepolisian.

SKB itu akan mengatur lalu lintas kendaraan selama periode Nataru, termasuk kemungkinan pembatasan maupun pengaturan operasional truk golongan VII, VIII, dan IX.

“Kalau di Jangkar sudah siap, tinggal komunikasi dengan Gapasdap dan Kementerian Perhubungan untuk kapalnya,” tandas Media.

Dengan skema tersebut, Pelabuhan Jangkar diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Namun, realisasi pengalihan truk masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat serta kesiapan kapal yang akan melayani lintasan Jangkar-Celukan Bawang. (cit)

Baca Juga :  Libur Nataru 2023/2024, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Hanya Layani Penyeberangan ke Bali