BTN Gandeng UNAIR Perkuat Ekosistem Pendidikan dan Literasi Keuangan Gen Z

oleh -1985 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempertegas komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan Universitas Airlangga (UNAIR), Kamis (12/6). Kerja sama ini menjadi bagian dari transformasi BTN “Beyond Mortgage”, yang menandai perluasan peran perseroan sebagai mitra strategis dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk sektor pendidikan.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa kolaborasi dengan UNAIR tidak hanya sebatas hubungan perbankan konvensional, tetapi merupakan kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi seluruh civitas akademika.

Menurut Nixon, Indonesia memiliki lebih dari 2.800 perguruan tinggi yang menjadi pusat pengembangan talenta dan inovasi nasional. Dengan lebih dari 44.000 mahasiswa serta lebih dari 2.100 dosen dan tenaga kependidikan, UNAIR dinilai sebagai ekosistem besar yang memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian dan pengembangan sumber daya manusia nasional.

“Indonesia memiliki lebih dari 2.800 perguruan tinggi yang menjadi pusat pengembangan talenta dan inovasi nasional. Dengan lebih dari 44.000 mahasiswa serta lebih dari 2.100 dosen dan tenaga pendidik, UNAIR adalah ekosistem besar yang memiliki multiplier effect signifikan bagi perekonomian dan pengembangan SDM nasional,” ujar Nixon.

Dalam kerja sama tersebut, BTN akan menghadirkan layanan perbankan yang menyeluruh bagi institusi, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Sebagai langkah konkret, BTN berencana membuka outlet di kawasan kampus UNAIR guna mempermudah akses terhadap layanan keuangan, mulai dari transaksi perbankan, pendanaan, hingga solusi digital banking yang terintegrasi.

Tidak hanya itu, kemitraan ini juga mencakup pengembangan ekosistem kampus yang modern dan inklusif. BTN dan UNAIR sepakat memperluas kolaborasi pada berbagai bidang strategis, seperti pengembangan sumber daya manusia, riset bersama, dukungan sarana pendidikan, hingga program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak luas.

Baca Juga :  Mendukung Ekonomi Kreatif, ITS Kembangkan Surabaya Design Center

Kehadiran BTN di lingkungan kampus diharapkan dapat mendukung aktivitas pendidikan dan penelitian agar semakin efisien serta terdigitalisasi.

Dalam kesempatan yang sama, Nixon juga memberikan kuliah umum bertajuk “Financial Glow Up for Gen Z” kepada mahasiswa UNAIR. Ia menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan pemaparannya, sebanyak 64 persen Gen Z di Indonesia saat ini mengalami stres finansial. Kondisi tersebut memicu fenomena doom spending atau perilaku belanja impulsif akibat pesimisme terhadap masa depan. Faktor pemicunya antara lain kenaikan biaya hidup sebesar 53 persen, keinginan untuk merasa lebih baik sebesar 35 persen, serta utang impulsif sebesar 32 persen.

Nixon menekankan bahwa pengelolaan keuangan yang sehat harus dimulai dari perubahan pola pikir. Menurutnya, alokasi untuk tabungan dan investasi perlu ditempatkan sebagai prioritas utama yang disisihkan di awal, bukan dari sisa pengeluaran konsumtif.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memiliki tujuan keuangan yang jelas berdasarkan jangka waktu, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Selain itu, penting bagi generasi muda untuk membangun dana darurat yang likuid dengan nilai ideal tiga hingga dua belas kali pengeluaran bulanan.

Terkait penggunaan utang, Nixon mengingatkan agar pinjaman hanya digunakan untuk kebutuhan produktif dan tetap memperhatikan kemampuan membayar.

“Gen Z sangat dipengaruhi influencer finansial, padahal hanya 28 persen yang rutin memverifikasi nasihat tersebut. Saya mengajak Gen Z menerapkan Soft Saving, yaitu tetap menabung namun tetap menyisihkan uang untuk kebahagiaan dan kesehatan mental,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan digital generasi muda, BTN telah menghadirkan SuperApp Bale by BTN. Hingga Mei 2026, aplikasi tersebut telah memiliki 4,22 juta pengguna dengan total 51,5 juta transaksi senilai Rp55,45 triliun.

Baca Juga :  100 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Disalurkan untuk Tukang Becak Lansia di Tuban

Nasabah Bale by BTN didominasi generasi Milenial sebesar 42,4 persen dan Gen Z sebesar 37,7 persen. Adapun fitur QRIS Payment menjadi layanan yang paling sering digunakan. BTN juga terus memperluas kehadiran Digital Store di berbagai lokasi strategis guna menghadirkan pengalaman layanan keuangan digital yang lebih efisien.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu

“Melalui literasi keuangan yang baik dan dukungan layanan digital yang inklusif, kita ingin menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek finansial, tetapi juga memiliki daya saing global,” kata Nixon.

Sementara itu, Rektor UNAIR, Muhammad Madyan, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor perbankan memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Kami menyadari bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor perbankan memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi sekaligus memperluas kontribusi bersama dalam pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Madyan menambahkan bahwa layanan perbankan berbasis digital sangat relevan dengan karakter mahasiswa saat ini yang telah akrab dengan teknologi.

“Mahasiswa sekarang tidak ada yang tidak melek teknologi, terutama teknologi digital. Karena itu layanan perbankan yang berbasis digital sangat relevan dengan kebutuhan generasi saat ini,” katanya.

Melalui kemitraan strategis ini, BTN dan UNAIR berharap dapat menciptakan sinergi yang tidak hanya mendukung aktivitas akademik dan layanan keuangan, tetapi juga memperkuat literasi keuangan, inovasi, serta pengembangan talenta muda Indonesia di era digital.(ara)