KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melaksanakan Salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
Salat Idul Adha dimulai tepat pukul 06.08 WIB dengan imam KH Abdul Hamid Abdullah selaku Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Sementara khutbah Idul Adha disampaikan Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof Dr KH Abd Halim Soebahar dengan tema Belajar dari Keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk Membina Generasi Unggul.
Dalam sambutannya, Khofifah mengajak umat Islam meneladani keimanan, ketakwaan, keikhlasan, dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Menurut dia, Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum untuk merefleksikan kepatuhan total seorang hamba kepada Sang Pencipta.
“Keimanan dan ketakwaan yang diteladankan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS merupakan bentuk kepatuhan total kepada perintah Allah SWT. Keduanya memberikan pelajaran tentang ketakwaan, keikhlasan, dan pengorbanan dalam menjalankan perintah-Nya,” ujar Khofifah, Rabu, 27/5/2026.
Ia menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menunjukkan tingkat kesabaran dan kepatuhan luar biasa terhadap kehendak Allah SWT. Nabi Ibrahim rela mengorbankan putranya sebagai bentuk ketaatan, sedangkan Nabi Ismail menerima ketetapan tersebut dengan penuh keikhlasan.
“Idul Adha menghadirkan dua sosok luar biasa. Nabi Ibrahim memperlihatkan ketegaran seorang ayah sekaligus ketaatan seorang hamba. Sedangkan Nabi Ismail menunjukkan kesabaran dan keridhaan dalam menerima ketetapan Allah SWT,” katanya.
Di hadapan puluhan ribu jamaah yang memadati Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Khofifah juga mengapresiasi masyarakat yang telah menyalurkan hewan kurban bagi warga yang membutuhkan.
Pada kesempatan itu, ia turut mengajak jamaah mendoakan masyarakat Indonesia yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci agar diberi kesehatan dan kelancaran hingga kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.
Usai salat Id, Khofifah menyerahkan secara simbolis sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto kepada Ketua Badan Pengelola Masjid Nasional Al Akbar Surabaya KH M Sudjak.
Sapi kurban Presiden Prabowo berjenis Peranakan Ongole (PO) dengan bobot mencapai 1,1 ton. Sapi tersebut merupakan hasil ternak peternak asal Lamongan, Akhmad Ritaudin.
Selain itu, Khofifah juga menyerahkan sapi kurban miliknya berjenis Belgian Blue dengan berat sekitar satu ton kepada Sekretaris Masjid Nasional Al Akbar Surabaya H Helmy Noor.
Tahun ini, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menyembelih 23 ekor sapi dan 49 ekor kambing. Proses penyembelihan dan distribusi hewan kurban dijadwalkan berlangsung pada Kamis (28/5/2026).
Khofifah memastikan stok hewan kurban di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiagakan sekitar 5.000 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban guna memastikan kesehatan ternak selama pelaksanaan Idul Adha.
“Alhamdulillah stok hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup, aman, dan sehat. Vaksinasi, biosecurity, dan pengobatan ternak sudah dilakukan di berbagai wilayah,” tuturnya. (Den/Friz)




