KILASJATIM.COM, Palangkaraya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat komitmen transaksi sebesar Rp 2.082.554.327.000 dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi di Kalimantan Tengah.
Kegiatan tersebut digelar di Hotel M Bahalap, Kota Palangka Raya, Kamis (23/4), dan dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Turut hadir dalam agenda itu Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, jajaran perangkat daerah dari kedua provinsi, serta para pelaku usaha yang mengikuti skema business matching sebagai penjual maupun pembeli.
Khofifah mengatakan, misi dagang menjadi langkah nyata untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan antarwilayah sekaligus memperkuat perdagangan dalam negeri.
“Dari business matching yang dilakukan, terlihat bahwa kebutuhan kedua daerah ini saling melengkapi dan membuka peluang kerja sama yang luas. Alhamdulillah transaksi misi dagang di Kalimantan Tengah ini menembus Rp 2,082 triliun lebih,” kata Khofifah dalam keterangannya, Jumat, 24/4/2026.
Menurut dia, misi dagang tidak hanya menjadi ajang promosi produk daerah, tetapi juga sarana menghadirkan transaksi riil dan kerja sama jangka panjang.
Nilai transaksi tersebut terdiri dari penjualan Jawa Timur sebesar Rp 1,798 triliun, pembelian Rp 193,55 miliar, serta komitmen investasi Rp 90 miliar.
Sejumlah komoditas unggulan Jawa Timur yang diperdagangkan antara lain telur ayam, daging unggas, pakan ikan dan udang, susu, kopi robusta, pupuk organik cair, bawang merah, kain batik, makanan ringan, hingga produk beku.
Sementara itu, Jawa Timur juga memperoleh komoditas dari Kalimantan Tengah berupa udang vaname, kayu bulat, dan rotan.
Untuk sektor investasi, kerja sama diarahkan pada pembangunan pabrik gula merah tebu, kerja sama pertambangan, serta budidaya ikan patin sungai.
Khofifah menilai pola perdagangan dua arah itu penting untuk memperkuat rantai pasok nasional dan meningkatkan efisiensi distribusi logistik antarwilayah.
Dia menjelaskan, transaksi terbesar berasal dari sektor peternakan senilai Rp 1,21 triliun per tahun.
Selain itu, terdapat pasokan pupuk organik cair senilai Rp 227,25 miliar untuk lima tahun, industri hasil tembakau Rp 163,74 miliar per tahun, dan sektor kehutanan Rp 145,65 miliar per tahun.
Ada pula transaksi sektor perikanan senilai Rp 100,74 miliar per tahun, investasi pabrik gula merah Rp 46 miliar per tahun, perdagangan udang vaname Rp 42,5 miliar per tahun, serta budidaya ikan patin Rp 20 miliar per tahun.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga memaparkan capaian ekonomi Jawa Timur pada 2025 yang tumbuh 5,85 persen secara tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,39 persen.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur mencapai Rp 3.403,17 triliun dengan kontribusi 14,40 persen terhadap PDB nasional.
Sementara itu, total perdagangan Jawa Timur dengan Kalimantan Tengah pada 2024 tercatat Rp 14,16 triliun, terdiri dari pembelian Rp 11,67 triliun dan penjualan Rp 2,49 triliun.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan, misi dagang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar daerah.
“Kami menyambut baik misi dagang ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi, tidak hanya perdagangan tetapi juga investasi, hilirisasi industri, dan penguatan rantai pasok antar daerah,” kata Agustiar.(den)




