KILASJATIM. COM, Sidoarjo – Telkom University Surabaya dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengedukasi penerapan teknologi tepat guna berupa Rumah Botol sebagai sarana pengumpulan limbah plastik dalam mendukung closed-loop supply chain berbasis ekonomi sirkular.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di RT 07 RW 10 Dusun Suko, Jl. Star Safira Regency, Dusun Suko, Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dipilihnya tehnologi tersebut mengingat permasalahan limbah plastik masih menjadi tantangan lingkungan yang membutuhkan perhatian serius.
Silvi Istiqomah selaku Ketua Pengabdian Masyarakat, bersama anggota dosen Desita Nur Rachmaniar, Rafika Damayanti Sururin Nufus, dan Laila Putri Faradilah. Mahasiswa Teknik Industri dan Teknik Logistik yang juga turut terlibat dalam kegiatan ini adalah Ivon Nadhia Aisyah, Inez Rexana, Nicho Ali Nasrudin, Kaka Satriya Yudhantara, dan Nafa Naysilla Hilda Amru.
Ketua Pengabdian Masyarakat, Silvi Istiqomah, menyampaikan harapannya agar program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan masyarakat.
“Semoga program ini berjalan lancar dan Rumah Botol yang telah diserahkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan RT 07,” ujarnya.
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah plastik agar tidak berakhir sebagai limbah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali sebagai bagian dari sistem pengelolaan yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk implementasi nyata, tim pengabdian masyarakat berhasil menyerahkan dan memasang dua unit Rumah Botol di lingkungan RT 07 RW 10. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana baru bagi warga untuk mengumpulkan botol plastik bekas yang nantinya dapat dipilah dan disalurkan untuk proses daur ulang.
Dalam kegiatan sosialisasi, disampaikan juga pemaparan terkait pentingnya pengelolaan limbah plastik dalam mendukung konsep closed-loop supply chain dan ekonomi sirkular.
Limbah botol plastik yang telah digunakan tidak selalu berakhir sebagai sampah, tetapi masih dapat dikelola dan didaur ulang menjadi bahan baku baru yang memiliki nilai tambah.
Melalui proses tersebut, plastik bekas dapat kembali masuk ke dalam rantai pasok sebagai bagian dari sistem yang berkelanjutan, sehingga pengelolaan limbah tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga pada pemanfaatan kembali sumber daya secara lebih optimal.
Konsep tersebut sejalan dengan ekonomi sirkular, dimana barang yang telah selesai digunakan tidak langsung dibuang, melainkan dimanfaatkan kembali agar tetap memiliki nilai guna sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Ayunda Rachma, warga RT 07, menyampaikan bahwa sebelumnya masyarakat pernah aktif melakukan pemilahan sampah botol plastik hingga memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Namun, kegiatan tersebut sempat terhenti karena berbagai kesibukan.
“Dulu kami pernah sangat aktif memilah sampah botol plastik dan hasilnya bahkan bisa memberikan manfaat bersama bagi warga. Dengan adanya program pengabdian masyarakat dari Telkom University ini, semangat kami seperti dibangkitkan kembali untuk memilah sampah dan menjaga lingkungan tetap bersih,” ujar Ayunda.
Budi Setiawan selaku Ketua RT 07 turut menyampaikan apresiasi dan menyebut program ini sebagai bentuk dukungan nyata bagi lingkungan. “Kami sangat berterima kasih dan berharap bahwa program ini memberikan dampak positif dan membuat lingkungan RT 07 semakin asri,” ungkapnya.
Salah satu warga menyampaikan bahwa program Rumah Botol dinilai dapat membantu mengurangi volume sampah plastik di lingkungan perumahan. Program ini juga membuka peluang pemanfaatan kembali limbah plastik yang sebelumnya hanya menjadi sampah melalui proses daur ulang, sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Program Rumah Botol dengan slogan “Bersama Rumah Botol, Ciptakan Lingkungan Lebih Sehat!” ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup edukasi, pendampingan, serta pembentukan kebiasaan baru masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku jangka panjang dalam pengelolaan limbah plastik di tingkat rumah tangga, sehingga tercipta budaya peduli lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Melalui integrasi konsep ekonomi sirkular, closed-loop supply chain, dan pemberdayaan masyarakat, program ini menjadi bagian dari upaya pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan).
Keberadaan Rumah Botol di RT 07 RW 10 tidak hanya menyediakan sarana baru untuk pengelolaan limbah plastik berbasis masyarakat, tetapi juga memperkuat kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di tingkat masyarakat. (nov)




