KILASJATIM.COM, Jember – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung kesiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 6 Jember pada Kamis (31/7/2025). Sekolah ini dijadwalkan mulai menerima siswa dan memulai proses belajar-mengajar pada 1 Agustus 2025.
SR Terintegrasi merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Sekolah ini menggabungkan dua jenjang pendidikan dalam satu kawasan, yakni Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Sekolah Rakyat Terintegrasi berarti minimal ada dua layanan pendidikan, yaitu SD dan SMP. Insya Allah semuanya sudah siap. Finishing-nya tinggal sekitar empat hari lagi,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi.
Hingga saat ini, sebanyak 78 siswa telah terdaftar sebagai peserta didik angkatan pertama. Seluruh siswa berasal dari keluarga prasejahtera yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), terutama dari kelompok Desil 1 dan Desil 2—kategori ekonomi terbawah. Jika kuota memungkinkan, anak dari Desil 3 hingga Desil 5 masih bisa diterima, namun kelompok di atas Desil 5 tidak termasuk sasaran program ini.
Khofifah menambahkan, SR Terintegrasi 6 Jember adalah sekolah ke-15 yang ia tinjau sejak tahap awal pembangunan. Dari total rencana pembangunan, 12 sekolah telah lebih dulu dibuka sejak 14 Juli 2025. Dua sekolah, termasuk SR Jember ini, akan mulai beroperasi pada 1 Agustus, dan lima sekolah lainnya dijadwalkan menyusul pada 5 Agustus—lebih cepat dari target awal, yaitu 15 Agustus.
Gubernur juga menekankan bahwa desain dan fasilitas Sekolah Rakyat dibangun dengan standar tinggi. Selain ruang belajar, sekolah ini dilengkapi kantin, laboratorium komputer, laboratorium IPA, dan bahkan kolam renang. Seluruh fasilitas berdiri di atas lahan seluas enam hektare, yang dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan modern.
“Kalau gedung SR yang aslinya nanti selesai dengan berbagai kelengkapannya, pasti jauh lebih representatif karena memang kita rancang dengan standar internasional,” ungkapnya.
Khofifah berharap kehadiran Sekolah Rakyat bisa menjadi jawaban atas kesenjangan akses pendidikan di Jatim. Ia ingin sekolah ini tak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga membangun suasana yang mendukung semangat belajar dan kebahagiaan siswa.
“Tadi saya lihat anak-anak tampak ceria dan bahagia. Mudah-mudahan kebahagiaan itu akan membangun semangat belajar yang baik di antara mereka semua,” tutupnya. (FRI)
