Petra Theatre Angkat Isu Pelecehan Seksual Pria Lewat The Chain

oleh -475 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Isu pelecehan seksual terhadap pria yang masih kerap dianggap tabu diangkat Universitas Kristen Petra melalui pementasan teater berbahasa Inggris bertajuk “The Chain”.
Pementasan yang digelar Petra Theatre ini berlangsung di Blackbox Studio Gedung Q lantai 7 Kampus UK Petra, dalam dua sesi pertunjukan.

“The Chain” mengisahkan Andrew, remaja laki-laki 16 tahun yang terjebak dalam lingkaran kekerasan di keluarga angkatnya. Lakon berdurasi 30 menit tersebut mengajak penonton merefleksikan trauma keluarga dan dampak kesehatan mental yang kerap tersembunyi.

Pimpinan Produksi “The Chain”, Shintia Adiningsih Wigati, mengatakan teater dipilih sebagai medium untuk menyuarakan isu sosial yang sulit dibicarakan secara terbuka. “Teater memiliki kekuatan unik untuk menjembatani isu sosial yang sulit dibicarakan secara langsung. Kami ingin mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mental dalam keluarga, baik pada laki-laki maupun perempuan,” papar Shintia.

Usai pementasan, Petra Theatre juga menghadirkan sesi diskusi interaktif bersama psikolog UK Petra untuk membahas kesehatan mental dan cara memutus rantai trauma dalam keluarga.

Shintia menjelaskan, pementasan ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa lintas program studi di UK Petra yang telah dipersiapkan sejak Oktober 2025 melalui proses audisi dan latihan intensif selama enam bulan. “Komitmen teman-teman mahasiswa sangat besar karena kami ingin memastikan pesan dari isu sensitif ini bisa tersampaikan dengan kuat kepada penonton,” kata Shintia.

Naskah “The Chain” merupakan karya original mahasiswa Program English for Creative Industry (ECI) UK Petra dari kelas Craft of Playwriting. Dari sekitar 40 naskah yang dihasilkan, karya tersebut terpilih untuk diproduksi bersama Petra Theatre. Selain “The Chain”, Petra Theatre juga menampilkan sejumlah pementasan lain sepanjang 2026, yakni “There Was This Girl”, “Controlled”, dan “Hui Jia”.(tok)

Baca Juga :  Gelar Pasar Murah, Bupati Ipuk: Bisa Kontrol Kenaikan Harga