Bank Maspion Catat Kinerja Positif di 2025 Bukukan Laba Bersih Sebesar Rp31,8 miliar

oleh -129 Dilihat
Jajaran direksi PT Bank Maspion Indonesia Tbk (Bank Maspion; BMAS) usia Rapat Umum. pemegang Saham sekaligus melaporkan kinerja positif pada tahun fiskal 2025 dengan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp31,8 miliar, di Jakarta. (Ist/dok)

KILASJATIM. COM, Jakarta  – PT Bank Maspion Indonesia Tbk (Bank Maspion; BMAS) melaporkan kinerja positif pada tahun fiskal 2025 dengan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp31,8 miliar. Hasil ini menandai turnaround performance di tahun 2025 serta mencerminkan progres transformasi yang terencana selama bertahun-tahun juga pelaksanaan manajemen yang disiplin.

Performa di tahun 2025 tidak lepas dari pertumbuhan kredit selama tiga tahun. Portofolio kredit Bank Maspion nyaris tumbuh dua kali lipat, dari  Rp8,78 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp17,34  triliun pada tahun 2025, seiring dengan ekspansi  kredit selama tiga tahun berturut-turut.

Laporan  posisi keuangan secara keseluruhan mencerminkan  trajektori yang sama: total aset tumbuh dari Rp14,96  triliun pada tahun 2022 menjadi Rp22,4 triliun pada  tahun 2025, sementara Rasio Kecukupan Modal (CAR) menguat dari 31,55% menjadi 45,76% dalam  periode yang sama. Basis modal yang hampir dua kali  lipat seiring dengan pertumbuhan portofolio kredit,  memberikan fondasi bagi pertumbuhan yang  sekaligus ambisius dan terlindungi dengan baik.

Secara keseluruhan, profil keuangan pada tahun 2025 mencatat kemajuan yang signifikan. Efisiensi operasional pulih secara tajam, dengan rasio BOPO  membaik dari 120,13% menjadi 97,15%, sebuah  peningkatan sebesar 23 poin yang menunjukkan  model operasional yang lebih ramping dan efisien.

Kualitas kredit juga semakin membaik, dengan rasio  kredit macet bruto turun dari 3,26% pada tahun 2024  menjadi 2,26% pada tahun 2025, sebuah peningkatan  signifikan yang menunjukkan pendekatan disiplin dari  Bank dalam mengelola portofolionya.

“Hasil ini berasal dari upaya menahun dalam membangun pertumbuhan nasabah yang tepat, menjaga disiplin selama tahun 2024 yang sulit, serta  bangkit kembali menjadi lebih kuat,” kata Kasemsri Charoensiddhi, Direktur Utama PT Bank Maspion Indonesia Tbk.

Baca Juga :  Catat! GIIAS Surabaya 2022 Hadir Mulai 14 September

Rasio CASA Bank meningkat menjadi 27,16% dari 22,58% pada tahun 2024, yang mencerminkan pergeseran struktural menuju komposisi pendanaan  yang lebih efisien dan berkelanjutan. Bank secara  aktif mengelola posisi likuiditasnya sesuai dengan  strategi pertumbuhannya.

Pertumbuhan Bank Maspion tidak dapat dilakukan tanpa peran KASIKORNBANK PUBLIC COMPANY  LIMITED (KBank), yang memegang 89,48% saham  Bank. Integrasi dengan KBank telah menjadi  pendorong utama pertumbuhan, kapabilitas, dan standar Bank.

 Percepatan pertumbuhan kredit yang  sebagian didorong oleh akses ke jaringan regional  KBank di kawasan AEC+3, dan peningkatan standar  manajemen risiko yang didukung oleh kerangka kerja  kredit KBank yang berstandar internasional. Posisi  Bank Maspion sebagai gerbang Indonesia menuju  salah satu jaringan perbankan ASEAN+3 yang paling  terhubung, merupakan ekosistem struktural yang  semakin tercermin dalam komposisi nasabah,  kemampuan produk, dan neraca Bank.

Melanjutkan transformasi pertumbuhan sejak  tahun 2025, tahun 2026 Bank Maspion masuk dengan  agenda yang terfokus dan strategis. Ekspansi kredit  korporasi tetap menjadi mesin pertumbuhan utama,  dengan menargetkan perusahaan besar dan Badan  Usaha Milik Negara (BUMN) serta memanfaatkan  jaringan KBank untuk menangkap arus bisnis regional  ke pasar Indonesia.

 Seiring dengan pertumbuhan kredit, Bank berinvestasi pada aliran pendapatan  berbasis biaya termasuk pembiayaan perdagangan,  valuta asing, QRIS, dan perbankan transaksi, sumber  pendapatan yang mendiversifikasi basis pendapatan  dan mengurangi ketergantungan pada margin bunga.

Dari sisi pendanaan, kampanye liabilitas yang  terarah untuk meningkatkan rasio simpanan terhadap  pinjaman (CASA) menjadi fokus inti dari rencana Bank. Investasi dalam infrastruktur digital akan terus  dilanjutkan, dengan fokus pada peningkatan  pengalaman nasabah di seluruh platform perbankan  internet dan seluler. Bank juga akan terus  memperkuat kepemimpinan dan budaya operasional  yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan  program secara besar-besaran.

Baca Juga :  BPS Catat Inflasi Jatim September 2025 Capai 2,53 Persen

 “Indonesia tetap menjadi salah satu pasar  perbankan paling signifikan dan belum sepenuhnya  terjamah di kawasan ASEAN. Posisi kami sebagai  bank yang memiliki akar kuat di masyarakat lokal,  didukung oleh kemampuan dan jaringan salah satu  lembaga keuangan paling terhubung di kawasan ini,  memberi kami peran unik untuk bermain di pasar  tersebut. Upaya beberapa tahun terakhir ini bertujuan  untuk memperoleh kepercayaan agar dapat  menjalankan peran tersebut dengan kredibilitas.  Usaha tersebut belum selesai, namun fondasinya  telah tertanam dengan kokoh,” ujar Kasemsri.

Transformasi Bank Maspion dalam beberapa  tahun terakhir dilakukan secara menyeluruh,  mencakup disiplin keuangan, efisiensi operasional, kualitas kredit, serta penguatan integrasi dengan  KBank. Seiring dengan semakin matangnya integrasi  tersebut, hal ini secara alami tercermin tidak hanya  dalam cara Bank beroperasi dan berkembang, tetapi  juga dalam identitas yang diusung Bank.  Perkembangan tersebut merupakan bagian dari  pertumbuhan yang berkelanjutan. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.