Tangis Haru Ibu di Sidoarjo Saat Ijazah Anak Akhirnya Keluar

oleh -141 Dilihat
Oleh
Tama
Editor
Novita tidak dapat membendung tangis haru bercampur bahagia saat tanggungan biaya pendidikan anaknya dilunasi oleh BAZNAS Sidoarjo.
Foto: Tama/kilasjatim

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Wajah Novita (42) tampak lega saat memegang ijazah milik putranya, Sakhii (13), yang selama hampir setahun belum bisa diambil karena tunggakan biaya sekolah. Bagi keluarga sederhana di Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, lembar ijazah itu bukan sekadar dokumen, tetapi harapan agar sang anak tetap bisa melanjutkan pendidikan.

Harapan itu akhirnya terbuka setelah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo membantu melunasi tunggakan administrasi pendidikan dan biaya pendaftaran senilai Rp3,8 juta di STP Khoiru Ummah Perumtas 3 Wonoayu.

Begitu kewajiban administrasi diselesaikan, ijazah Sakhii langsung diserahkan dan kini bisa digunakan untuk mendaftar sekolah lanjutan tingkat MTs.

“Kendalanya memang belum ada uang. Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena sekarang ijazah anak saya bisa dipakai sekolah lagi,” ujar Novita dengan mata berkaca-kaca.

Selama hampir satu tahun terakhir, Novita mengaku hanya bisa berharap ada jalan keluar agar anaknya tidak putus pendidikan. Keterbatasan ekonomi membuat keluarga itu belum mampu menyelesaikan kewajiban sekolah.

Wakil Ketua Bidang SDM BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, H. Ilham, mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan hak pendidikan.

“Jangan sampai anak yang sudah lulus justru tidak bisa melanjutkan sekolah karena persoalan biaya administrasi,” katanya, Selasa (19/5/2026).

Menurut Ilham, persoalan pendidikan semestinya menjadi tanggung jawab bersama. Ia berharap ada komunikasi dan solusi antara orang tua, sekolah, dan lembaga sosial ketika keluarga mengalami kesulitan ekonomi.

Di sisi lain, pihak STP Khoiru Ummah Wonoayu menegaskan tidak ada penahanan ijazah oleh sekolah. Proses administrasi disebut masih menunggu penyelesaian kewajiban yang sebelumnya telah disepakati bersama orang tua siswa.

Baca Juga :  Serahkan Bantuan Dump Truck dan Satu Unit Mobil Skywalker

Kini, setelah ijazah berada di tangan, Sakhii punya kesempatan kembali menata masa depannya. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, langkah kecil itu menjadi pintu agar ia tetap bisa melanjutkan mimpi di bangku sekolah.(TAM)

No More Posts Available.

No more pages to load.