TTL Catat Pertumbuhan Petikemas 12,3 Persen, Arus Internasional Melonjak 91 Persen

oleh -395 Dilihat

KILASJATIM.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali mencatatkan kinerja positif pada awal tahun 2026. Hingga April 2026, arus petikemas TTL mencapai 939.703 TEUs atau tumbuh 12,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 836.586 TEUs.

Capaian paling menonjol terjadi pada arus petikemas internasional yang melonjak signifikan sebesar 91,25 persen, dari 96.962 TEUs pada tahun 2025 menjadi 185.438 TEUs pada tahun 2026. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu pencapaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan semakin mempertegas posisi TTL sebagai salah satu terminal petikemas dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Peningkatan arus internasional itu didorong bertambahnya layanan pelayaran internasional baru, yakni CSE Service yang merupakan bagian dari jaringan pelayaran COSCO Shipping Group termasuk OOCL. Penambahan layanan tersebut sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan global shipping line terhadap daya saing operasional, produktivitas, serta keandalan layanan PT Terminal Teluk Lamong.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan rantai pasok internasional akibat dinamika geopolitik dunia, termasuk konflik Amerika Serikat dan Iran yang memicu kenaikan harga energi serta bahan bakar industri global, PT Terminal Teluk Lamong tetap mampu menjaga stabilitas operasional dan mempertahankan momentum pertumbuhan secara positif.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari transformasi operasional yang secara konsisten dijalankan perusahaan melalui program elektrifikasi peralatan pelabuhan, optimalisasi konsumsi energi, digitalisasi layanan, serta penguatan sistem perencanaan operasional terminal yang lebih modern dan terintegrasi.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, mengatakan perusahaan akan terus memperkuat transformasi bisnis dan kualitas layanan guna menjawab tantangan industri logistik dan pelayaran global yang semakin dinamis.

“Pertumbuhan ini bukan hanya menunjukkan peningkatan arus petikemas semata, namun juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kualitas layanan, efisiensi operasional, dan kesiapan PT Terminal Teluk Lamong dalam mendukung rantai logistik nasional maupun internasional secara berkelanjutan. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, kami melihat momentum ini sebagai peluang untuk terus memperkuat posisi TTL sebagai terminal modern berstandar internasional di Indonesia,” ujar David P. Sirait.

Baca Juga :  BGN Targetkan 6 Juta Penerima Program Makan Bergizi Gratis pada Mei 2025

Lebih lanjut, perusahaan juga akan terus mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), pengembangan sumber daya manusia unggul, serta inovasi layanan sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

TTL optimistis transformasi yang dijalankan mampu memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik Indonesia di tingkat global. (FES)

No More Posts Available.

No more pages to load.