Pelindo Terminal Petikemas Pastikan Tak Ada Antrean Kapal hingga Enam Hari di Tanjung Perak

oleh -1210 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – PT Pelindo Terminal Petikemas meluruskan kabar terkait adanya antrean kapal hingga enam hari di sejumlah terminal peti kemas yang dikelola perseroan, khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Perseroan menegaskan pelayanan bongkar muat peti kemas di seluruh terminal berjalan sesuai perencanaan dan tidak menimbulkan keterlambatan signifikan.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menyampaikan bahwa pelayanan di Terminal Petikemas Lamongan (TPK Lamong), Terminal Petikemas Surabaya (TPS), TPK Nilam, dan TPK Berlian tetap berjalan normal. Menurutnya, tidak ada keterlambatan layanan yang berdampak besar hingga mengganggu jadwal sandar kapal.

“Kami pastikan tidak ada kapal yang harus mengantre hingga enam hari untuk mendapatkan pelayanan di terminal peti kemas yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak,” tegas Widyaswendra, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, setiap kapal yang akan melakukan kegiatan di terminal peti kemas telah memiliki jadwal kedatangan yang terencana melalui sistem berthing window. Selain itu, pelayanan kapal dilakukan berdasarkan kebijakan operasional terminal dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas, aspek keselamatan, kondisi lapangan, serta kelancaran arus kapal secara keseluruhan.

Widyaswendra mengakui, pada periode tertentu kerap terjadi kepadatan aktivitas di terminal peti kemas, terutama menjelang hari besar keagamaan. Peningkatan jumlah muatan dan kunjungan kapal dalam momen tersebut dapat berdampak pada layanan bongkar muat. Meski demikian, pengelola terminal tetap berupaya memberikan pelayanan optimal kepada seluruh pengguna jasa.

“Waktu tunggu layanan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kedatangan kapal yang lebih cepat atau terlambat dari jadwal, peningkatan volume muatan saat hari besar keagamaan, kecepatan bongkar muat dan kesiapan alat, hingga faktor alam seperti cuaca dan kondisi pasang surut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tanjung Perak: Peningkatan Pesat Arus Penumpang dan Bongkar Muat Barang di Pelabuhan

Ia menambahkan, sebagian besar kapal tiba sesuai jadwal dan dapat langsung dilayani oleh terminal peti kemas. Kalaupun terdapat keterlambatan, waktu tunggu layanan masih berada pada kisaran 15 hingga 30 jam.

Di sisi lain, Pelindo Terminal Petikemas terus melakukan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan. Pada tahun 2026, perseroan berencana mendatangkan empat unit alat baru jenis quay container crane (QCC) dan 14 unit rubber tyred gantry (RTG) untuk Terminal Petikemas Surabaya. Selain itu, TPK Berlian juga akan diperkuat dengan dua unit QCC yang diperkirakan tiba pada pertengahan 2026.

“Kami akui perbaikan layanan terus kami lakukan di seluruh wilayah kerja, mulai dari Belawan hingga Merauke,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya, Stenven Handry Lesawengan, mengungkapkan pihaknya sempat menerima laporan terkait keterlambatan penanganan bongkar muat peti kemas di TPK Berlian yang disebabkan oleh kesiapan alat. Namun, persoalan tersebut telah dikomunikasikan dengan pengelola terminal.

Menurut Stenven, pengelola terminal bersikap terbuka dan kooperatif dalam mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Ia menegaskan tidak pernah terjadi antrean kapal di terminal peti kemas hingga berhari-hari.

“Kami memiliki sejumlah kesepakatan dengan pihak terminal apabila terjadi kendala dalam pelayanan, sehingga kegiatan bongkar muat tetap dapat berjalan,” ujarnya.

Senada, Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, mendorong pengelola terminal untuk melakukan peremajaan peralatan bongkar muat. Menurutnya, kehadiran alat baru akan meningkatkan kualitas serta menjamin kecepatan pelayanan.

Sebastian menilai, sebagian peralatan yang ada saat ini sudah tidak sebanding dengan perkembangan ukuran kapal dan meningkatnya arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak.

Baca Juga :  Pengguna Pelabuhan Desak Peremajaan Peralatan Bongkar Muat Kapal di Tanjung Perak Surabaya

“Kami sudah mendengar rencana kedatangan alat baru di TPS Surabaya. Harapannya, hal serupa juga dapat dilakukan di terminal peti kemas lainnya, khususnya di TPK Berlian,” katanya.(ara)

No More Posts Available.

No more pages to load.